
CEO AMC Adam Aron mengecam keras Robinhood atas penerbitan saham AMC ter-tokenisasi dan menegaskan perusahaannya tidak memiliki afiliasi apa pun dengan produk tersebut.
Instrumen derivatif kripto milik Robinhood sekadar melacak pergerakan harga pasar tanpa memberikan hak suara maupun kepemilikan saham riil kepada pembelinya.
Manajemen AMC kini menggandeng konsultan hukum sekuritas independen untuk mengkaji aspek legalitas pencatutan nama korporasi pada produk blockchain itu.
Chief Executive Officer AMC Entertainment, Adam Aron, meluapkan kemarahannya kepada platform pialang Robinhood. Ia mengecam kehadiran instrumen saham AMC ter-tokenisasi di jaringan blockchain. Aron menegaskan perusahaannya sama sekali tidak terafiliasi dengan produk aset dunia nyata (real-world assets) buatan Robinhood tersebut.
“Robinhood tampaknya berada di balik upaya tokenisasi aset termasuk Stock Tokens untuk AMC Entertainment,” tegas Aron melalui akun X pribadinya.
Ia menilai manuver pialang ritel tersebut sangat keterlaluan dan tercela. Pihak manajemen AMC kini menggandeng konsultan hukum sekuritas independen. Mereka akan menelaah aspek legalitas pencatutan nama korporasi pada produk kripto tersebut.
Baca juga: Dua Pebisnis Thailand Seret Penerbit Stablecoin ke Pengadilan New York
Pemicu utama perselisihan ini berpusat pada perbedaan fundamental antara saham resmi korporasi dan produk derivatif blockchain. Robinhood merancang Stock Tokens sekadar untuk melacak fluktuasi harga saham publik di bursa Amerika Serikat.
Pemegang token tidak otomatis menjadi pemegang saham sah AMC. Mereka tidak mengantongi hak suara dividen maupun hak hukum pemegang saham publik.
Robinhood menerbitkan instrumen utang ter-tokenisasi format ERC-20 ini melalui entitas bisnisnya di wilayah yurisdiksi Jersey. Perusahaan menawarkan produk ini khusus bagi pengguna internasional di bawah regulasi finansial Eropa (MiFID II).
Ekspansi aset kripto ini bergulir kian masif sejak peluncuran jaringan Layer 2 Robinhood Chain pada Juli lalu. Volume transaksi token saham tersebut bahkan menembus angka $1 miliar di bursa desentralisasi Uniswap. Kendati demikian, Robinhood menegaskan instrumen ini terlarang bagi investor domestik Amerika Serikat demi kepatuhan regulasi sekuritas lokal.
Sebelumnya, pengembang kecerdasan buatan OpenAI juga pernah menolak keras tokenisasi serupa yang diinisiasi oleh Robinhood. Manajemen OpenAI menegaskan instrumen digital tersebut bukanlah bagian dari ekuitas resmi perusahaan.
Sementara itu, bursa kripto lain seperti Coinbase dan jaringan Base tengah merancang token saham dengan dukungan cadangan fisik 1:1. Langkah AMC berkonsultasi dengan penasihat hukum membuktikan bahwa industri tradisional semakin waspada terhadap pencatutan identitas merek di sektor Web3.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






