
Departemen Kehakiman AS mengajukan gugatan perdata untuk merampas aset senilai $61,2 juta dalam bentuk koin USDT beku.
Dana gelap tersebut diduga berasal dari hasil penjualan minyak mentah ilegal Iran yang mengalir ke Korps Garda Revolusi Islam.
Penerbit token Tether berencana memusnahkan koin pada dompet target dan menerbitkan unit baru langsung ke dompet digital FBI.
Otoritas penegak hukum federal Amerika Serikat kembali membongkar aliran dana gelap hasil perdagangan komoditas energi terlarang. Kantor Kejaksaan Distrik Selatan New York secara resmi melayangkan gugatan perdata perampasan aset ke pengadilan. Gugatan tersebut membidik aksi penyitaan kripto berupa koin USDT bernilai total $61,2 juta di jaringan TRON.
Dana tersebut diduga kuat mengalir untuk mendanai militer Teheran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam. Dokumen persidangan mengungkap bahwa seluruh dana target sebenarnya telah dibekukan sebelum jaksa mendaftarkan gugatan resmi.
Sebanyak sepuluh alamat dompet digital menampung saldo sekitar 61,19 juta token saat proses hukum bergulir. Manajemen penerbit aset kripto Tether memastikan aset tersebut terkunci rapat dari segala aktivitas transfer terbuka. Melalui langkah penegakan ini, proses penyitaan kripto menjadi bukti nyata efektivitas pelacakan aset digital lintas batas.
Baca juga: Dominasi Kontrak Derivatif Opsi Bitcoin Jelang Penutupan Kuartal Ketiga
Jaksa federal membongkar keterlibatan dua perusahaan cangkang asal Hong Kong dalam menyamarkan arus perputaran modal. Blessed Trust Limited dan Hexa Whale Trading memanfaatkan akun bursa resmi untuk mencuci keuntungan transaksi komoditas.
Kedua entitas memalsukan identitas usaha sebagai pengelola kekayaan keluarga serta pialang komoditas internasional terdaftar. Tim penyelidik mengidentifikasi kluster rekening khusus yang menerima dan mengalirkan dana hingga $1,5 miliar.
Pelacakan data transaksi menunjukkan aliran dana gelap mengalir deras menuju bursa lokal Iran bernama Nobitex. Aliran modal tersebut juga menyusup ke rekening perusahaan perantara di bawah kendali komando militer asing.
Salah satu rekening bahkan terhubung langsung dengan Sepehr Energy, perusahaan minyak yang masuk daftar sanksi. Ratusan juta dolar modal ilegal sempat bergerak leluasa melalui rekening koresponden perbankan internasional.
Hakim Pengadilan Distrik AS Ona T. Wang menerbitkan surat perintah penyitaan resmi pada pertengahan September. Surat ketetapan ini memberi wewenang penuh kepada biro penyelidik federal FBI untuk mengamankan barang bukti.
Sesuai prosedur standar, pihak Tether akan memusnahkan seluruh token yang tersimpan pada sepuluh dompet target. Perusahaan kemudian menerbitkan token baru dengan nominal setara langsung kepada pihak pemerintah Amerika Serikat.
FBI akan menampung dana sitaan tersebut ke dalam dompet perangkat keras berstandar keamanan militer. Gugatan perdata ini bertujuan memindahkan status kepemilikan aset secara permanen kepada kas negara federal.
Baca juga: Keretakan Visi Teknis: Ethereum dan Base Batal Padukan Standar Transaksi
Bursa kripto Binance sebelumnya telah mengklarifikasi tuduhan keterlibatan dalam sindikat transaksi perdagangan minyak tersebut. Manajemen bursa menegaskan telah memblokir rekening Hexa Whale dan Blessed Trust sejak beberapa bulan lalu.
Bursa memastikan sistem pemantauan internalnya secara tegas melarang akses bagi seluruh warga negara asal Iran. Dokumen pengadilan yang diajukan oleh jaksa federal juga tidak menjatuhkan dakwaan pidana langsung terhadap pihak bursa.
Departemen Keuangan AS kini semakin memperketat operasi penindakan aset digital yang melanggar ketentuan embargo ekonomi. Otoritas telah menjatuhkan sanksi administratif kepada sejumlah bursa regional yang memfasilitasi transaksi terlarang tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh klaim perampasan aset masih menunggu vonis berkekuatan hukum tetap dari hakim. Keberhasilan perkara penyitaan kripto ini dipastikan mempersempit celah pendanaan gelap organisasi bersenjata di pasar internasional.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






