Validator Belum Sepakat: Pembaruan Batch XRP Ledger Tertunda

TrieTrieBerita KriptoSeptember 8, 202615 Dilihat

Rangkuman

  • Amandemen BatchV1_1 pada XRP Ledger baru mengantongi 68,57% dukungan validator sehingga belum memulai hitung mundur aktivasi dua minggu.

  • Fitur ini memungkinkan pengguna menggabungkan hingga delapan transaksi sekaligus dalam satu operasi terkoordinasi dengan empat mode eksekusi.

  • Pengembang merilis BatchV1_1 untuk menggantikan kode amandemen lama yang sempat mengandung celah otorisasi kritis pada verifikasi tanda tangan.

Para validator jaringan XRP Ledger kini bergerak semakin dekat untuk menyetujui amandemen BatchV1_1. Namun, data pemungutan suara langsung menunjukkan bahwa proposal ini belum menyentuh ambang batas aktivasi minimum.

Hingga saat ini, BatchV1_1 baru mengantongi dukungan dari 24 validator dari total 35 validator terpercaya. Angka tersebut setara dengan tingkat persetujuan 68,57% pada daftar Unique Node List.

Jaringan membutuhkan sedikitnya 29 suara persetujuan guna menembus batas syarat 80%. Kabar mengenai peluncuran resmi pada September masih bersifat spekulatif sebelum kuorum tercapai.

Mekanisme Ketat Protokol XRP Ledger

Protokol XRPL menerapkan aturan konsensus yang sangat disiplin untuk setiap perubahan sistem. Sebuah amandemen wajib mempertahankan dukungan di atas 80% tanpa putus selama 14 hari berturut-turut.

Jika dukungan turun sewaktu-waktu, sistem akan mereset hitungan mundur secara otomatis dari awal. Maka dari itu, pembaruan Batch XRP Ledger masih membutuhkan setidaknya lima suara validator tambahan.

Tanggal aktivasi definitif belum dapat dipastikan oleh tim teknis. Operator node sewaktu-waktu dapat menarik suara mereka jika mendeteksi kendala kompatibilitas piranti lunak.

Baca juga: Logo XRP Masuk Lapangan: Gebrakan Promosi Olahraga Kampus di Amerika

Kemampuan Memproses Delapan Transaksi Sekaligus

Dokumentasi resmi XRPL menjelaskan bahwa fitur Batch sanggup menggabungkan hingga delapan transaksi turunan. Seluruh operasi tersebut terbungkus rapi di dalam satu transaksi induk yang mengatur urutan serta biaya jaringan.

Sistem ini menawarkan empat mode eksekusi yang sangat fleksibel bagi pengembang aplikasi:

  • Mode all or nothing menuntut seluruh transaksi internal berhasil tanpa cela.
  • Mode only one mengeksekusi operasi pertama yang berhasil dan mengabaikan sisanya.
  • Mode until failure memproses transaksi secara berurutan hingga menemukan satu kegagalan.
  • Mode independent memproses semua transaksi tanpa terpengaruh hasil operasi lain.

Teknologi ini sangat bermanfaat untuk pertukaran token instan, pencetakan NFT, hingga koordinasi multi-akun. Setiap transaksi turunan tetap menyimpan metadata terpisah di dalam buku besar.

Baca juga: Fenomena Baru Wall Street: Lonjakan Fantastis Koin Privasi ZEC

Perbaikan Celah Keamanan Fatal dari Versi Lawas

Pembaruan BatchV1_1 meluncur pada Agustus lalu melalui versi piranti lunak rippled 3.3.0. Kode anyar ini hadir demi menggantikan draf amandemen awal yang ditarik pada Februari silam.

Kala itu, tim peneliti keamanan siber menemukan kerentanan serius pada logika verifikasi tanda tangan. Celah tersebut berpotensi membuka jalan bagi peretas untuk mengirimkan transaksi tanpa izin pemilik dompet.

Beruntung, kerentanan itu terdeteksi sebelum aktif di jaringan utama sehingga dana pengguna tetap aman. Versi terkini telah melewati audit independen ketat guna menambal celah kesalahan verifikasi tersebut.

Kini para operator node wajib memperbarui piranti lunak mereka sebelum memberikan hak suara. Operator layanan data Clio juga harus beralih ke versi terbaru demi mendukung format transaksi baru.

Aktivasi amandemen ini murni berfokus pada fungsionalitas teknis eksekusi transaksi jaringan. Perubahan sistem tersebut sama sekali tidak memengaruhi jadwal pasokan maupun penerbitan koin XRP di pasar.

Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Tinggalkan balasan


Postingan Sebelumnya

Postingan Berikutnya

Memuat Pos Berikutnya...
Ikuti
Cari Tren
Populer Saat Ini
Memuat

Masuk 3 detik...

Mendaftar 3 detik...