
Aviva Investors resmi meluncurkan kelas saham digital untuk produk Sterling Liquidity Fund senilai £22 miliar di jaringan XRP Ledger.
Perusahaan mengalokasikan investasi langsung sebesar £50 juta ke dalam instrumen pasar uang berdenominasi mata uang poundsterling tersebut.
Penerbitan aset memanfaatkan konsep digital twin guna menjaga mandat risiko serta proteksi hukum pemegang saham konvensional.
Kustodian Komainu dan penyedia infrastruktur Licuido mendukung penerbitan aset dengan pengawasan portofolio fisik oleh BNY Mellon.
Jaringan XRP Ledger memfasilitasi transaksi berbiaya rendah dengan rekor pemrosesan lebih dari empat miliar transaksi sejak tahun 2012.
Adopsi teknologi buku besar institusional menorehkan lompatan besar lewat ekspansi kelas saham aset dana tokenisasi pada ekosistem terdesentralisasi. Raksasa manajemen investasi Aviva Investors resmi meluncurkan representasi digital Sterling Liquidity Fund senilai £22 miliar di jaringan XRP Ledger.
Kemitraan strategis bersama Ripple ini menandai peluncuran produk pasar uang kedua pasca keberhasilan varian dolar Amerika Serikat. Pengumuman pada 26 Oktober 2026 menegaskan komitmen modal langsung sebesar £50 juta ke dalam instrumen teranyar tersebut.
Secara kumulatif, perusahaan kini mengelola total komitmen investasi melampaui £86 juta atau setara $116 juta antarkedua produk. Angka £22 miliar mencerminkan total portofolio aset konvensional yang tetap aman di bawah tata kelola regulasi perbankan.
Langkah terobosan ini mempertegas peran sentral instrumen dana tokenisasi dalam menjembatani likuiditas finansial konvensional dengan infrastruktur rantai blok modern.
Baca juga: Kemandirian Pembayaran Eropa: ECB Tegaskan Peran Strategis Euro Digital Hadapi Monopoli Asing
Sterling Liquidity Fund merupakan reksa dana pasar uang terbesar milik Aviva yang berdiri kokoh sejak tahun 2002. Berbasis di Irlandia di bawah payung UCITS, portofolio ini berfokus pada instrumen utang jangka pendek berperingkat tinggi.
Produk ini menawarkan imbal hasil berisiko rendah serta menyediakan fasilitas likuiditas penarikan harian bagi para pemilik modal korporasi. Penerbitan kelas saham digital menerapkan konsep digital twin yang memetakan kepemilikan aset secara langsung pada buku besar XRPL.
Struktur unik ini mempertahankan mandat investasi, profil risiko, likuiditas aset, serta proteksi regulasi pemegang saham konvensional. CEO Aviva Investors Mark Versey menegaskan komitmen penuh korporasi dalam memperluas jangkauan portofolio berbasis teknologi buku besar terdistribusi.
Beliau meyakini sistem buku besar mampu mendongkrak efisiensi operasional dan memberikan hasil finansial terbaik bagi nasabah. Peluncuran produk ini menyempurnakan strategi korporasi dalam mengembangkan pasar dana tokenisasi berstandar institusional di Eropa.
Manajemen Aviva menyuntikkan modal awal senilai £50 juta atau sekitar $66 juta langsung ke dalam produk sterling ini. Langkah permodalan agresif ini menempatkan perseroan sebagai salah satu penyedia likuiditas digital terbesar di kawasan Benua Biru.
Dukungan infrastruktur teknis melibatkan kustodian aset digital institusional Komainu bersama penyedia penerbitan aset berlisensi Licuido. Sementara itu, bank kustodian raksasa BNY Mellon tetap memegang mandat pengawasan aset dasar portofolio secara konvensional.
Investor terakreditasi dapat mengakses unit saham digital memakai dompet elektronik khusus tanpa mengubah struktur kepatuhan hukum awal. Sebelumnya, Ripple telah menyuntikkan modal ventura ke penyedia teknologi ZILO dan Licuido demi memperluas kanal distribusi digital.
Keterlibatan berkelanjutan Licuido menjamin keandalan sistem penerbitan aset setelah sukses mengawal peluncuran varian reksa dana dolar Juli lalu. Sinergi lintas sektor ini membuktikan kematangan ekosistem pendukung dana tokenisasi bagi para pengelola kekayaan global.
Jaringan XRP Ledger menyediakan rel pemrosesan transaksi berbiaya rendah untuk mengelola penerbitan dan transfer saham digital Aviva. Buku besar terdistribusi ini telah memproses lebih dari 4 miliar transaksi sejak 2012 dengan dukungan 130 validator independen.
Senior Vice President Trading and Markets Ripple Nigel Khakoo menyoroti pergeseran masif perbankan menuju sistem penyelesaian seketika. Beliau menegaskan pasar finansial global kini menuntut akses likuiditas penuh selama 24 jam setiap hari secara real-time.
Mekanisme digitalisasi ini memastikan manajer investasi tidak mengonversi aset dasar pasar uang milik nasabah menjadi koin XRP. Investor tetap memiliki hak kepemilikan reksa dana pasar uang resmi sementara catatan buku besar merekam status kepemilikan saham.
Kepastian operasional tanpa henti ini menjadi daya tarik utama bagi korporasi yang mendambakan penyelesaian transaksi tanpa jeda kliring. Kecepatan transaksi XRPL menjamin kelancaran sirkulasi likuiditas bagi instrumen dana tokenisasi berskala internasional.
Baca juga: Pembobolan Bot Trading $954 Ribu: BloomTrading Janjikan Ganti Rugi Dompet Solana
Langkah Aviva memperpanjang daftar konglomerat finansial global yang meluncurkan produk dana tokenisasi untuk efisiensi operasional. Pada 22 Oktober lalu, JPMorgan Asset Management memperluas dua reksa dana pasar uang MONY dan JLTXX ke Solana.
Manajer investasi Franklin Templeton turut memperluas ekosistem platform Benji miliknya ke jaringan Stellar, Ethereum, hingga Solana secara agresif. Raksasa BlackRock juga terus memacu ekspansi pangsa pasar produk BUIDL miliknya di berbagai jaringan rantai blok utama.
Momentum peluncuran produk Aviva ini berlangsung tepat menjelang perhelatan konferensi akbar tahunan Ripple Swell di New York. Konferensi bergengsi tersebut siap mengupas tuntas masa depan adopsi rantai blok institusional dan arah regulasi pasar modal dunia.
Integrasi mutakhir ini membuktikan bahwa masa depan industri dana tokenisasi semakin mendominasi lanskap pasar modal modern. Kesiapan regulasi global akan mempercepat transformasi aset dunia nyata menuju era efisiensi digital seutuhnya.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






