Tepis Klaim FBI: Korea Utara Bantah Keterlibatan Peretasan Binance $6,3 Miliar

Eka ApriyantiEka ApriyantiBerita KriptoNovember 3, 20269 Dilihat

Ringkasan Berita

  • Adik pemimpin Korea Utara Kim Yo Jong membantah keras klaim FBI terkait keterlibatan negaranya dalam pembobolan bursa Binance.

  • Pyongyang menyebut tuduhan pencurian aset kripto senilai $6,3 miliar sebagai bentuk provokasi politik untuk mencoreng citra kedaulatan negara.

  • FBI mengidentifikasi kelompok siber TraderTraitor sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengalihan aset bursa ke jaringan Ethereum.

  • Firma forensik Elliptic melacak pergerakan dana jarahan yang melibatkan sekitar 12.000 dompet kripto pada sebelas jaringan rantai blok.

  • Manajemen bursa telah mengganti 95% aset nasabah yang hilang dan membuka kembali akses penarikan dana secara bertahap.

Ketegangan geopolitik internasional kian memanas pasca tuduhan keterlibatan Pyongyang dalam kasus peretasan Binance yang menelan kerugian fantastis $6,3 miliar. Adik pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Yo Jong membantah keras hasil penyelidikan Biro Investigasi Federal (FBI).

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) merilis pernyataan resmi pada Selasa, 3 November 2026, yang mengutip kecaman diplomatik tersebut. Kim Yo Jong menyebut tuduhan lembaga penegak hukum Amerika Serikat tersebut sebagai bentuk provokasi politik yang sangat berbahaya.

Pernyataan keras ini menyusul laporan resmi FBI yang menuduh kelompok siber TraderTraitor mengeksekusi pembobolan bursa pada akhir Oktober. Pyongyang menilai Washington sengaja mencoreng citra kedaulatan negaranya melalui tuduhan manipulatif atas pencurian aset digital skala raksasa.

Eskalasi konflik diplomatik ini kian memperkeruh penanganan kasus peretasan Binance yang melibatkan pergerakan modal lintas yurisdiksi.

Baca juga: Evaluasi Kesiapan Bursa: Parlemen Korsel Usulkan Penundaan Pajak Kripto Hingga 2029

Kecaman Keras Kim Yo Jong Terhadap Tuduhan Politik Washington

Kim menentang keras tuduhan peretasan Binance seraya menuduh Washington terus memojokkan negaranya sebagai sarang kejahatan digital. Beliau mengecam upaya otoritas Amerika Serikat yang ingin melabeli Korea Utara sebagai negara kriminal di ruang siber.

Pihak Pyongyang menggambarkan dakwaan tersebut sebagai retorika absurd yang murni bertujuan merusak reputasi internasional pemerintahannya di mata dunia. Beliau menuduh Amerika Serikat telah melanggar kedaulatan negaranya di dunia maya lewat manuver politik yang penuh intrik jahat.

Pernyataan publik ini menjadi respons yang sangat jarang terjadi mengenai tudingan pencurian koin kripto oleh otoritas Korea Utara. Kim turut mempertanyakan motif tersembunyi Washington di balik rencana penyitaan aset digital yang aparat lacak di buku besar.

Beliau menyatakan pihak penerima pengembalian dana sitaan kelak dapat menjadi petunjuk nyata mengenai pelaku pembobolan sebenarnya. Namun, sang tokoh politik tidak membeberkan bukti alternatif yang membantah keterlibatan kelompok siber dalam peretasan Binance tersebut.

Temuan Penyelidikan FBI dan Pelacakan Jejak Kelompok TraderTraitor

Peringatan keamanan FBI tertanggal 31 Oktober secara langsung mengaitkan insiden pencurian aset bursa dengan kelompok siber TraderTraitor. Badan intelijen tersebut menegaskan para peretas melarikan aset kripto bernilai lebih dari $6 miliar dalam waktu singkat.

Penyelidikan gabungan melibatkan Secret Service dan divisi investigasi kriminal IRS guna membongkar pergerakan dana mencurigakan di buku besar. Tim penyidik mendeteksi bahwa para pelaku mengonversi sebagian besar aset jarahan menjadi mata uang kripto Ethereum.

Aparat memperingatkan potensi pencucian uang melalui platform keuangan terdesentralisasi (decentralized finance) dan layanan pertukaran koin instan tanpa perantara. FBI meminta bursa komersial, penyedia rantai blok, dan firma analitik membekukan transaksi dari alamat dompet yang masuk daftar hitam.

Firma TRM Labs turut mengonfirmasi keyakinan tinggi mengenai keterlibatan aktor negara dalam mengeksekusi pembobolan dompet bursa tersebut. Keterlibatan sindikat kejahatan siber internasional ini mempertegas tingkat kerumitan forensik digital pada kasus peretasan Binance global.

Analisis Forensik Elliptic Telusuri 12.000 Alamat Dompet

Lembaga analitik rantai blok Elliptic merilis temuan investigasi mendalam mengenai rute pelarian aset curian lintas jaringan protokol. Firma tersebut memperkirakan total nilai jarahan mencapai $6,43 miliar melampaui estimasi awal yang beredar di pasar komersial.

Elliptic mengidentifikasi sekitar 12.000 dompet kripto yang memproses lebih dari 40.000 transaksi pada sebelas jaringan rantai blok berbeda. Aktivitas transaksi awal memusat pada jaringan Tron dengan sebaran koin mengalir ke 7.700 alamat dompet perantara.

Pelaku kemudian memindahkan dana menuju jaringan Ethereum menggunakan protokol jembatan lintas rantai (cross-chain bridges) guna memutus jejak forensik. Pelaku sukses menukar $786 juta koin stabil menjadi mata uang lain sebelum penerbit aset membekukan cadangan saldo.

Aparat penegak hukum dan penerbit token berhasil membekukan sekitar $2,85 miliar atau 44% dari total estimasi nilai jarahan. Pelacakan forensik intensif ini membongkar upaya peretas dalam mencuci dana hasil kejahatan peretasan Binance ke pasar luar.

Baca juga: Uji Support Kritis $1,23: Mampukah Tren Harga XRP Bangkit di Bulan November?

Pemulihan Cadangan Aset dan Normalisasi Penarikan Dana

Di tengah sengketa geopolitik, manajemen bursa membukukan kemajuan signifikan dalam mengganti seluruh saldo koin milik para pengguna. Pada 2 November, perseroan merampungkan verifikasi cadangan atas sepuluh aset utama termasuk Bitcoin, Ethereum, Solana, dan koin BNB.

Manajemen memastikan telah mengganti sekitar 95% aset nasabah menggunakan kas internal perusahaan dan alokasi dana SAFU. Pihak bursa mulai membuka kembali layanan penarikan dana Bitcoin secara bertahap pada 1 November setelah pembatasan sementara.

Jalur penarikan koin stabil dan token pilihan pada ekosistem Ethereum dan BNB Smart Chain kini telah aktif beroperasi. Manajemen menjadwalkan pembukaan kembali jalur penarikan koin lainnya secara bertahap mulai 3 November seiring tuntasnya audit proteksi. Langkah ganti rugi mandiri ini meredam dampak kerugian sistemik bagi nasabah pasca guncangan hebat peretasan Binance dunia.

Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Tinggalkan balasan


Memuat Pos Berikutnya...
Ikuti
Cari Tren
Populer Saat Ini
Memuat

Masuk 3 detik...

Mendaftar 3 detik...