
CEO Tether Paolo Ardoino membeberkan kepemilikan sekitar 150.000 koin Bitcoin pada neraca aset korporasi dalam konferensi Lugano.
Laporan atestasi kuartal ketiga mencatat total aset cadangan perusahaan menembus $191,45 miliar dengan kelebihan cadangan $7,95 miliar.
Eksposur langsung dan tidak langsung perseroan terhadap surat utang pemerintah Amerika Serikat telah mencapai nilai hampir $132,4 miliar.
Ardoino memperkenalkan inisiatif teknologi Independence Stack guna membangun ekosistem desentralisasi di bidang energi terbarukan dan komputasi.
Perseroan mengembangkan dompet digital mandiri serta platform kecerdasan buatan QVAC yang memproses komputasi langsung pada perangkat keras pengguna.
Ekspansi neraca keuangan korporasi penerbit stablecoin terbesar di dunia kian agresif menyusul pengungkapan kepemilikan cadangan Bitcoin milik Tether. CEO Tether Paolo Ardoino membeberkan bahwa perusahaannya kini menguasai sekitar 150.000 BTC pada pembukuan aset perseroan.
Pernyataan resmi tersebut meluncur dalam pidato utama konferensi Plan ₿ Forum di Lugano, Swiss, awal November 2026. Ardoino menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus menyalurkan keuntungan operasional ke sektor infrastruktur energi dan teknologi terdesentralisasi.
Beliau mengklaim ekosistem produk Tether kini melayani lebih dari 730 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Pertumbuhan pengguna berlangsung sangat pesat dengan penambahan rata-rata 30 juta dompet digital baru pada setiap triwulan. Akumulasi aset digital berskala raksasa ini memperkokoh posisi strategis cadangan Bitcoin sebagai jangkar diversifikasi likuiditas perusahaan.
Baca juga: Evaluasi Kesiapan Bursa: Parlemen Korsel Usulkan Penundaan Pajak Kripto Hingga 2029
Ardoino menegaskan bahwa penguatan cadangan Bitcoin merupakan pilar fundamental dalam strategi investasi jangka panjang perseroan. Kepemilikan 150.000 koin BTC tersebut mencerminkan estimasi total akumulasi aset yang tersebar di neraca korporasi.
Meskipun demikian, sang eksekutif tidak merinci alamat dompet penyimpanan maupun jadwal pembelian berkala dalam forum tersebut. Kebijakan akumulasi koin bermula sejak Mei 2023 ketika manajemen memutuskan menyisihkan sebagian keuntungan bersih operasional secara rutin.
Laporan keuangan kuartal ketiga mencatat valuasi aset kripto penopang koin USDT menembus angka fantastis $8,37 miliar. Angka pembukuan tersebut melonjak signifikan dibanding posisi akhir Juni yang berada di kisaran $5,8 miliar.
Selain aset kripto, manajemen mengalokasikan keuntungan ke instrumen logam mulia emas fisik dan surat utang negara. Kepemilikan aset riil ini menjamin keandalan sistem likuiditas sekaligus mempertegas kekuatan portofolio cadangan Bitcoin korporasi.
Posisi neraca keuangan perseroan menerima konfirmasi independen melalui laporan atestasi kuartal ketiga susunan kantor akuntan BDO. Dokumen audit tertanggal 30 Oktober mencatat total aset cadangan mencapai $191,45 miliar berbanding kewajiban $183,50 miliar.
Kelebihan cadangan (excess reserves) perseroan melonjak menjadi $7,95 miliar dari posisi akhir Juni sebesar $4,1 miliar. Perseroan membukukan laba operasional bersih $1,5 miliar pada kuartal ketiga sehingga total laba sembilan bulan menyentuh $4,5 miliar.
Kepemilikan langsung obligasi jangka pendek Treasury bills mencapai $122,84 miliar ditambah perjanjian reverse repurchase sebesar $9,52 miliar. Secara keseluruhan, eksposur surat utang pemerintah Amerika Serikat menembus angka raksasa senilai hampir $132,4 miliar.
Laporan cadangan turut mencatat aset emas fisik senilai $19,08 miliar serta fasilitas pinjaman beragun $14,18 miliar. Pendapatan bunga obligasi pemerintah terus menopang profitabilitas perseroan seraya melengkapi stabilitas instrumen cadangan Bitcoin bernilai miliaran dolar.
Di samping memaparkan data keuangan, Ardoino memperkenalkan inisiatif teknologi desentralisasi bertajuk Independence Stack di hadapan peserta forum. Proyek ambisius ini memadukan ekosistem teknologi mandiri yang beroperasi tanpa ketergantungan pada penyedia jasa komputasi terpusat.
Ardoino menyerap gagasan pengembangan dari novel fiksi ilmiah Foundation karya Isaac Asimov tentang penyelamatan peradaban manusia. Ardoino meyakini inovasi komputasi mampu membebaskan komunitas masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, energi terbarukan, dan telekomunikasi.
Perseroan telah menanamkan modal pada kios baterai bertenaga surya yang melayani dua juta masyarakat di benua Afrika. Sebanyak 5.000 kios saat ini memberdayakan 30.000 tenaga kerja perempuan dengan target ekspansi 100.000 kios dalam lima tahun.
Di sektor penambangan, perseroan menggandeng 15 produsen perangkat keras seperti Bitmain, Bitdeer, Canaan, dan MicroBT. Sinergi industri penambangan komputasi ini memperkuat keamanan jaringan terdesentralisasi yang menjadi rumah bagi cadangan Bitcoin dunia.
Baca juga: Tepis Klaim FBI: Korea Utara Bantah Keterlibatan Peretasan Binance $6,3 Miliar
Inisiatif Independence Stack mencakup protokol komunikasi peer-to-peer Holepunch yang beroperasi tanpa peladen (server) konvensional terpusat. Perusahaan turut merilis Wallet Development Kit guna memudahkan pengembang membangun dompet self-custodial pada berbagai rantai blok.
Tether bersama mitra strategis Shiga merancang dompet digital untuk melayani pengguna di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Produk dompet tersebut siap memfasilitasi transaksi koin USDT, emas digital Tether Gold, serta aset kripto utama.
Di sektor kecerdasan buatan, perseroan meluncurkan platform QVAC yang memproses aplikasi cerdas langsung pada perangkat keras pengguna. Perusahaan telah merilis model pengenalan suara luring (offline) untuk ponsel cerdas, kacamata pintar, dan peranti robotika.
Riset kecerdasan buatan perseroan mencakup alat penerjemah sembilan belas bahasa Afrika serta model komputasi medis berskala besar. Kemandirian finansial memungkinkan korporasi mendanai riset kecerdasan buatan seraya menja
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






