
Bursa kripto BitMart mengonfirmasi terjadinya pembobolan sistem pada 2 November dengan dugaan keterlibatan peretas Mercado Bitcoin.
Data on-chain mendeteksi aliran dana sebesar $391.000 dari dompet BitMart sekitar 53 menit sebelum eksploitasi bursa Brasil.
Pendiri BitMart Sheldon Xia mengungkap divisi pertahanan digital perusahaan mengalami krisis personel yang sangat parah.
Perseroan masih menjalani proses restrukturisasi bisnis akibat beban kerugian pembobolan bersejarah tahun 2021 senilai $319,5 juta.
Manajemen Mercado Bitcoin berhasil mengamankan aset sitaan senilai $11 juta bekerja sama dengan aparat penegak hukum internasional.
Industri aset digital kembali bergolak menyusul konfirmasi resmi mengenai insiden peretasan BitMart yang terjadi pada 2 November 2026. Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa dalang pembobolan memiliki keterkaitan erat dengan komplotan peretas bursa Mercado Bitcoin asal Brasil.
Pendiri BitMart Sheldon Xia mengakui pembobolan tersebut lewat pernyataan resmi di media sosial X pada 3 November. Pengakuan ini mencuat setelah data buku besar mendeteksi pergerakan saldo mencurigakan menuju alamat dompet peretas bursa Brasil.
Xia menegaskan total kerugian relatif kecil dan tim teknis segera mengambil langkah guna memperketat sistem keamanan. Pengungkapan kasus ini terjadi saat perusahaan tengah merestrukturisasi operasional akibat pembekuan transaksi komersial sejak Agustus lalu. Eskalasi krisis keamanan ini membuktikan beratnya tantangan pemulihan operasional pasca guncangan kasus peretasan BitMart di pasar global.
Baca juga: Saldo Raib Tanpa Izin: Pengguna Dompet Kripto Trust Wallet Kehilangan 3.830 USDT
Penyelidikan internal menduga kuat pelaku peretasan BitMart tanggal 2 November merupakan komplotan yang sama persis. Bursa Mercado Bitcoin mengalami pembobolan masif beberapa jam setelah transaksi mencurigakan muncul melintasi aneka jaringan rantai blok.
Firma analitik Bitquery menemukan transaksi penarikan dana dari dompet bursa sekitar 53 menit sebelum eksploitasi bursa Brasil. Peneliti memperkirakan peretas menyedot dana sekitar $391.000 dari deretan alamat dompet milik platform bursa.
Data forensik melacak aliran koin tersebut bermuara ke alamat dompet pengendali yang identik dengan kasus Mercado Bitcoin. Pengguna media sosial X bernama NeyLong turut menyoroti bukti pengiriman aneka token menuju alamat penampung peretas tersebut.
Hingga kini, pihak manajemen belum merilis estimasi angka kerugian resmi maupun kronologi pembobolan sistem dompet digital mereka. Keterkaitan rute pencucian dana ini mempertegas pola serangan terkoordinasi yang membayangi kasus peretasan BitMart terkini.
Dalam pernyataannya, Xia membeberkan bahwa hengkangnya sejumlah staf teknis memicu kerentanan operasional proteksi sistem bursa perseroan. Perusahaan saat ini hanya mempertahankan tim inti akibat rentetan ancaman keselamatan dan perselisihan ketenagakerjaan mantan karyawan.
Xia secara terbuka menuding mantan kepala divisi pemasaran Elly terlibat dalam aksi intimidasi terhadap stabilitas korporasi. Beliau mengklaim kebocoran data pribadi, ancaman pengguna, dan pembangkangan staf teknis memicu eksodus massal tenaga ahli keamanan.
Manajemen harus menggelar negosiasi intensif secara personal guna meyakinkan staf kunci agar bersedia bertahan mengawal sistem. Xia mengakui divisi pertahanan digital perusahaan mengalami kekurangan tenaga ahli yang sangat parah di tengah gempuran serangan.
Kendati demikian, karyawan yang tersisa berupaya keras melindungi keutuhan data pelanggan dan simpanan modal yang ada. Ketiadaan tenaga ahli memperbesar risiko eksploitasi baru seraya memperpanjang dampak destruktif peretasan BitMart di ranah digital.
BitMart sebelumnya telah menghentikan perdagangan sejak Agustus menyusul rencana penutupan operasional bertahap sejak bulan Juli. Perusahaan menunjuk firma penasihat keuangan Alvarez & Marsal untuk mengevaluasi aset, liabilitas, serta skema penarikan dana nasabah.
Portal pengaduan pelanggan telah aktif guna menghimpun masukan pengguna sembari konsultan merancang opsi pemulihan modal terbaik. Dalam proposal restrukturisasi, manajemen mengakui kesulitan finansial berakar dari pembobolan bersejarah pada Desember 2021 senilai $319,5 juta.
Peretasan masa lalu tersebut menguras cadangan modal mencakup $164,1 juta Ethereum, $96,5 juta BNB, dan $51,5 juta Bitcoin. Penurunan pendapatan transaksi pasar futures kian memperparah likuiditas kas internal perseroan selama beberapa tahun terakhir.
Proposal baru menawarkan opsi pembayaran ganti rugi di muka atau pemulihan bertahap sebelum pengajuan izin pailit resmi. Rentetan kegagalan finansial ini mencerminkan kerapuhan neraca perusahaan yang belum pulih dari jeratan peretasan BitMart lampau.
Baca juga: Status Siaga: Pengembang Dompet Solflare Masuk Bunker Mode Pasca Gelombang Hack
Di sisi lain, manajemen Mercado Bitcoin membeberkan perkembangan positif terkait penanganan serangan siber yang menimpa platformnya. Bursa Brasil tersebut sempat membekukan fasilitas deposit dan penarikan guna mengamankan infrastruktur komputasi internal.
Manajemen memperkirakan kerugian mencapai $38 juta dengan aparat sukses mengunci aset sekitar $11 juta. Firma forensik Chainalysis secara terpisah menaksir total kerugian menyentuh $49 juta dan telah membekukan hampir $10 juta.
Chainalysis berkoordinasi intensif bersama aparat penegak hukum guna menelusuri rute pergerakan dana pada aneka rantai blok utama. Pihak bursa memastikan para pengguna tidak akan menanggung kerugian materiil akibat insiden keamanan siber tersebut.
Manajemen merilis daftar alamat dompet peretas pada jaringan Bitcoin, Ethereum, Solana, Stellar, hingga Tron demi mempermudah pelacakan. Kolaborasi aparat internasional menjadi kunci penting dalam memburu pelaku di balik rangkaian peretasan BitMart dan bursa Amerika Latin.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






