
Otoritas intelijen keuangan Rusia mewajibkan pencantuman Nomor Pokok Wajib Pajak untuk pembukaan akun kustodi kripto perorangan.
Kerangka regulasi baru melarang total pembukaan akun anonim dan memperketat pelaporan identitas transaksi di atas 60.000 rubel.
Raksasa perbankan Sberbank bersiap meluncurkan infrastruktur kustodi legal sebelum tenggat kepatuhan penuh pada pertengahan 2027.
Pemerintah Federasi Rusia kian agresif menertibkan transaksi pasar aset digital melalui pengetatan verifikasi identitas nasabah secara komprehensif. Langkah pembaharuan regulasi Rusia kini menetapkan nomor identitas wajib pajak pribadi sebagai syarat mutlak membuka akun kustodi digital.
Lembaga pengawas transaksi keuangan nasional, Rosfinmonitoring, memastikan aturan ini berlaku di seluruh lembaga penyimpan aset kripto resmi. Penasihat direktur badan pengawas, Vlada Gracheva, menegaskan kebijakan tersebut bertujuan memperkuat sistem anti-pencucian uang domestik.
Syarat nomor pajak sebanyak 12 digit ini bersifat permanen meski data paspor atau alamat warga negara berubah. Penerapan regulasi Rusia ini menciptakan standar verifikasi data yang jauh lebih ketat dibanding prosedur perbankan umum.
Kerangka hukum anyar secara tegas melarang penyedia jasa kustodi melayani pengguna tanpa identitas atau memakai nama samaran. Lembaga penyimpan aset wajib mengumpulkan data personal rinci bagi setiap transaksi nasabah di atas 60.000 rubel.
Data wajib tersebut mencakup nama lengkap, alamat domisili, nomor rekening digital, hingga rincian nomor identitas wajib pajak. Transaksi bernilai lebih rendah tetap memerlukan pencatatan identitas mendasar antara pengirim dan pihak penerima dana.
Namun, jika petugas mendeteksi indikasi transaksi mencurigakan, prosedur identifikasi lengkap wajib diterapkan seketika pada transfer tersebut. Pengawasan ketat ini mencerminkan komitmen implementasi regulasi Rusia dalam memberantas aliran dana terlarang secara transparan.
Baca juga: Bank Sentral Denmark Ungkap Potensi Bahaya Tersembunyi di Balik Stablecoin
Presiden Vladimir Putin sebelumnya telah menandatangani undang-undang pasar aset digital yang mulai aktif sejak awal September. Kebijakan ini resmi mengizinkan bursa, pialang, dan pihak kustodi beroperasi di bawah pengawasan bank sentral.
Investor non-kualifikasi wajib lulus uji kompetensi dan dibatasi membeli aset kripto maksimal 300.000 rubel per tahun. Bank sentral Rusia merekomendasikan aset Bitcoin, Ethereum, dan USDT untuk diperdagangkan berkat tingkat likuiditas pasarnya.
Meskipun melarang pembayaran barang konsumsi domestik memakai kripto, pemerintah membolehkan aset ini untuk kliring ekspor internasional. Pelaku usaha eksisting mendapat masa transisi khusus guna merampungkan pendaftaran izin resmi hingga Juli 2027 mendatang.
Lembaga perbankan raksasa Sberbank berencana merilis layanan kustodi dan perdagangan digital legal mulai Desember mendatang. Analis pasar memperkirakan nilai transaksi bursa legal ini mampu menyentuh empat triliun rubel pada tahun pertama.
Baca juga: Senat Rilis Draf RUU CLARITY Act dan Perketat Aturan DeFi
Bank sentral Rusia kini merancang integrasi data perpajakan serupa untuk memantau pergerakan transaksi rekening bank konvensional. Mekanisme pengawasan terpadu ini disiapkan untuk mendukung operasional platform keamanan Antidrop pada tahun 2027 mendatang.
Platform tersebut fokus melacak transaksi rekening perantara yang sering dimanfaatkan sindikat kriminal pencucian uang terorganisasi. Kewenangan baru lembaga Rosfinmonitoring memastikan setiap perputaran dana di pasar sekunder tercatat secara akurat.
Langkah bertahap ini membuktikan konsistensi penerapan regulasi Rusia dalam mentransformasi ekosistem keuangan bayangan menjadi pasar resmi. Otoritas moneter optimis pasar aset digital yang patuh hukum akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






