
Operator bursa Upbit Dunamu dan penyedia infrastruktur pembayaran MoonPay menjalin kerja sama strategis untuk mengkaji sistem transaksi lintas negara.
Kolaborasi ini memprioritaskan transfer dana komersial internasional, manajemen kas perusahaan, serta ekspansi ekosistem blockchain GIWA.
Dunamu berencana mengintegrasikan jaringan Ethereum Layer 2 GIWA ke dalam infrastruktur mitra global MoonPay guna memperluas jangkauan ke luar negeri.
MoonPay memperluas pijakan bisnis regional melalui pendirian entitas MoonPay Korea serta penjajakan kerja sama dengan bank terkemuka di Korea Selatan.
Kemitraan ini melengkapi kesepakatan penjajakan remittance berbasis buku besar yang sebelumnya telah dijalin Dunamu bersama Visa, Hana Financial Group, dan POSCO International.
Langkah strategis kembali mewarnai peta ekspansi industri keuangan terdesentralisasi di kawasan Asia Timur. Operator bursa kripto terbesar Korea Selatan Dunamu resmi menggandeng platform infrastruktur global MoonPay. Kemitraan bilateral ini mengeksplorasi layanan pengiriman dana lintas batas serta integrasi solusi pembayaran stablecoin korporasi internasional.
Pernyataan bersama pada 21 Oktober 2026 menegaskan sinergi infrastruktur transaksi MoonPay dengan keunggulan buku besar milik Dunamu. Kerja sama terarah ini mencakup tiga pilar utama: transfer dana internasional, infrastruktur kas bisnis, dan ekspansi ekosistem GIWA.
Kendati demikian, kedua entitas belum mempublikasikan rincian valuasi komersial maupun tanggal pasti peluncuran produk operasional perdananya. Kedua pihak masih menguji kelayakan teknis dan aspek komersial sebelum meluncurkan sistem pembayaran menuju tahap komersialisasi penuh.
Langkah awal ini memberi gambaran nyata mengenai potensi integrasi perbankan modern dengan instrumen uang digital. Kolaborasi ini membuka jalan adopsi institusional yang kian matang bagi perkembangan arsitektur pembayaran stablecoin global.
Baca Juga: Usai Habiskan $150 Juta: Ripple Dukung Aturan Baru Regulasi Kripto Milik SEC
Tim pengembang gabungan mengkaji layanan transfer dana internasional sebagai fokus awal kemitraan bilateral. Kedua korporasi mengevaluasi berbagai skema pergerakan modal antarnegara memanfaatkan jaringan pembayaran MoonPay dan keahlian infrastruktur Dunamu.
Diskusi bilateral meneliti pemenuhan standar komersial bagi pelaku usaha dalam mengelola transaksi keuangan terdesentralisasi. Penggunaan instrumen dolar digital memfasilitasi transfer saldo antarentitas korporasi di berbagai belahan yurisdiksi secara instan.
Infrastruktur ini memangkas biaya perantara perbankan tradisional serta mempercepat proses pencatatan kas perbendaharaan bisnis multinasional. Inovasi ini menyederhanakan pelaporan neraca keuangan perusahaan induk yang memiliki anak usaha di mancanegara. Pelaku bisnis dapat memindahkan likuiditas modal antarnegara tanpa terbentur jadwal operasional perbankan konvensional yang terbatas.
Head of APAC MoonPay Bugeon Lee menegaskan pentingnya jaringan infrastruktur nyata dalam menopang transaksi korporasi. Beliau menyatakan integrasi ini memberi peluang besar bagi perluasan layanan digital berbasis jaringan buku besar terdistribusi. Kehadiran fasilitas efisien ini semakin memperkuat peran strategis instrumen pembayaran stablecoin di sektor perdagangan dunia.
Dunamu memanfaatkan kemitraan strategis ini guna membawa produk berbasis jaringan GIWA menuju panggung pasar internasional. GIWA merupakan protokol rantai blok Ethereum Layer 2 rancangan Dunamu yang mengadopsi arsitektur OP Stack.
Melalui model kemitraan bersama Optimism, operator Upbit memegang kendali mandiri penuh atas seluruh infrastruktur sequencer. Pengembang memastikan tata kelola internal tersebut tetap memperoleh dukungan asistensi teknis berkelanjutan dari tim pengembang Optimism.
Integrasi bersama MoonPay membuka akses pasar global bagi berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi binaan ekosistem GIWA. Protokol ini menawarkan finalitas transaksi kilat dengan efisiensi biaya gas yang jauh lebih terjangkau bagi pengguna.
Perpaduan teknologi buku besar modern ini memperluas fungsionalitas aset digital di luar batas transaksi bursa konvensional. Langkah ekspansi ini membuktikan ketangguhan sistem dalam menyelenggarakan transaksi pembayaran stablecoin berskala institusi besar. Keberhasilan pengujian teknis ini berpeluang mengakselerasi migrasi volume transaksi komersial menuju rantai kedua Ethereum.
Baca Juga: Penertiban Tanpa Izin: Pengadilan Kazakhstan Batasi Operasional Bursa Kripto Global
Kemitraan anyar ini memperkuat langkah ekspansi MoonPay yang resmi mendirikan entitas MoonPay Korea pada akhir September. Perusahaan menunjuk Seoul sebagai sentra operasi regional guna menggarap potensi kerja sama perbankan komersial ternama.
MoonPay tengah menjajaki kolaborasi bersama bank terkemuka guna memperluas pemanfaatan instrumen pembayaran stablecoin domestik. Raksasa tekfin ini bersiap membuka saluran distribusi internasional bagi instrumen koin stabil berpatokan mata uang won.
Di sisi lain, Dunamu terus memperluas jaringan aliansi strategis bersama raksasa industri pembayaran global Visa. Perusahaan juga telah menandatangani kerja sama dengan Hana Financial Group dan POSCO International untuk uji coba remittance.
Proyek percontohan tersebut mengintegrasikan pesan transaksi dan proses settlement dalam satu sistem terpadu pada perdagangan fisik. Sinergi lintas sektor ini membuktikan tingginya minat institusi perbankan dalam mengadopsi efisiensi instrumen terdesentralisasi modern.
Kolaborasi teknologi ini membuktikan kesiapan ekosistem kripto Korea Selatan dalam memimpin digitalisasi keuangan Asia. Keselarasan regulasi dan kesiapan teknologi menjadi kunci mutlak bagi keberlanjutan masa depan pembayaran stablecoin internasional.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






