
BitTorrent menuntaskan pembakaran triwulanan perdana dengan memusnahkan 21,62 triliun koin senilai $7,6 juta dari peredaran terbuka.
Pengembang merilis whitepaper baru yang mengintegrasikan protokol berbagi berkas dengan komputasi kecerdasan buatan terdistribusi melalui BTTInferGrid.
Jaringan BitTorrent Chain mencatat imbal hasil tahunan staking mencapai 6,84% dengan total akumulasi instalasi peranti lunak menembus 587,9 juta unduhan.
Sumber pendanaan aksi pembelian kembali koin berasal penuh dari 100% pendapatan operasional layanan terdesentralisasi pada kuartal ketiga 2026.
Komputasi awan BTTInferGrid memprioritaskan unit pengolah grafis kelas profesional guna menjamin kestabilan performa inferensi model pembelajaran mesin.
Langkah berani kembali mewarnai panggung industri desentralisasi lewat eksekusi deflasi pasokan aset digital berskala fantastis. BitTorrent resmi menuntaskan siklus triwulanan perdana pembelian kembali (buyback) dan pemusnahan massal pada sirkulasi token BTT.
Aksi korporasi ini berhasil memusnahkan sekitar 21,62 triliun keping koin senilai $7,6 juta dari pasar peredaran terbuka. Bersamaan dengan aksi pemangkasan pasokan tersebut, pengembang resmi merilis whitepaper anyar berbasis infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Laporan mingguan entitas mengonfirmasi peluncuran pembaruan merek sekaligus pencapaian hampir 588 juta instalasi client peranti lunak. Jaringan buku besar BitTorrent Chain (BTTC) juga menawarkan imbal hasil staking tahunan menarik hingga 6,84%.
Langkah ini mencerminkan transformasi besar ekosistem dari sekadar protokol berbagi berkas konvensional menuju komputasi terdistribusi modern. Kebijakan deflasi berkala ini berpeluang menjaga stabilitas nilai dan likuiditas token BTT di masa depan.
Baca juga: Gelombang Protes Nasabah: Bank Terbesar Inggris Batasi Layanan Transfer Kripto
Manajemen perseroan memindahkan tepat 21.621.611.570.729,6 keping koin menuju alamat burn yang tidak dapat diakses kembali. Langkah pemusnahan aset pada 16 Oktober ini memanfaatkan 100% pendapatan operasional kuartal ketiga tahun 2026.
Perusahaan mempublikasikan kode hash transaksi secara terbuka agar seluruh komunitas dapat memverifikasi catatan buku besar rantai blok. Pengurangan pasokan koin secara permanen ini bertujuan memperketat ketersediaan aset yang beredar di pasar spot.
Namun, manajemen menegaskan bahwa penurunan pasokan koin tidak secara otomatis menjamin lonjakan harga pasar seketika. Skema pembelian kembali ini merupakan komitmen jangka panjang perseroan yang telah meluncur sejak Juli lalu.
Seluruh rincian transaksi buyback dan pemusnahan berikutnya akan tampil berkala melalui dasbor transparansi data khusus. Disiplin tata kelola pasokan ini menjadi bukti nyata komitmen manajemen dalam melindungi utilitas token BTT.
Bersamaan dengan pemusnahan aset, BitTorrent merilis whitepaper infrastruktur baru yang memadukan protokol pertukaran data dan komputasi desentralisasi. Dokumen teknis tersebut memperkenalkan tiga pilar utama: BitTorrent Mainnet, jaringan komputasi BTTInferGrid, serta rantai blok BTTC.
BitTorrent Mainnet mempertahankan peran historisnya dalam memfasilitasi distribusi konten digital peer-to-peer lintas perangkat pengguna. Sementara itu, BTTInferGrid menghubungkan para pengembang aplikasi kecerdasan buatan dengan penyedia unit pengolah grafis (GPU) global.
Penyedia perangkat keras menyuplai daya komputasi mandiri untuk melayani kebutuhan inferensi model kecerdasan buatan berskala besar. Komputasi awan ini mewajibkan penggunaan token BTT sebagai biaya sewa kapasitas mesin grafis.
Fase awal pengembangan sistem ini memprioritaskan unit pengolah grafis kelas profesional guna menjamin kestabilan performa jaringan. Peta jalan teknologi menargetkan perluasan dukungan model pembelajaran mesin canggih serta fitur privasi data hingga 2028.
Rantai blok BTTC berperan sebagai lapisan penyelesaian transaksi yang menjembatani interoperabilitas ekosistem Tron, Ethereum, dan BNB Chain. Integrasi lintas rantai ini menempatkan utilitas token BTT sebagai instrumen pembayaran utama seluruh layanan jaringan.
Laporan operasional mencatat akumulasi instalasi peranti lunak client perseroan telah menembus angka fantastis 587.928.383 unduhan. Angka kumulatif tersebut mencerminkan luasnya penetrasi jaringan meski belum membedakan jumlah pengguna aktif harian secara independen.
Pada saat bersamaan, fasilitas staking pada jaringan BTTC mencatatkan Annual Percentage Yield (APY) mencapai 6,84%. Besaran APY staking tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi likuiditas konsensus jaringan.
Kombinasi basis pengguna masif dan imbal hasil kompetitif ini memperkuat daya tarik ekosistem bagi investor institusional. Partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam validasi konsensus turut memperkokoh ketahanan sistem buku besar dari serangan luar. Perluasan ekosistem komputasi awan ini membuka jalan bagi peningkatan permintaan organik terhadap token BTT.
Baca juga: Ekspansi Pasca Peretasan: Bitget Incar Akuisisi Bursa Kripto di Thailand
Mekanisme deflasi teranyar ini menjadi pembuktian perdana dari kebijakan pembelian kembali aset yang bersumber langsung dari laba. Pengembang menyisihkan keuntungan operasional berbagai produk terdesentralisasi guna membeli koin di pasar terbuka sebelum mengeksekusi pemusnahan permanen.
Pendapatan komersial dari penyewaan komputasi cerdas BTTInferGrid berpotensi memperkuat alokasi dana buyback berikutnya secara berkesinambungan. Skema ekonomi sirkular ini menghubungkan kinerja finansial layanan bisnis nyata dengan tingkat kelangkaan aset di pasar.
Perseroan menjadwalkan rilis pemusnahan berikutnya pada pertengahan bulan pertama setelah penutupan setiap kuartal kalender berjalan. Transparansi pembuktian data on-chain membantu para pelaku pasar memantau efektivitas strategi pengetatan pasokan secara mandiri. Inovasi ganda berupa teknologi kecerdasan buatan dan tata kelola deflasi memposisikan token BTT sebagai aset Web3 berdaya saing tinggi.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






