Sikap Tegas Bank of Korea: Tolak Terlibat Operasional Penerbitan Stablecoin

Vina IndahVina IndahBerita KriptoOktober 12, 202612 Dilihat

Ringkasan Berita

  • Gubernur Bank of Korea Hyun Song Shin menegaskan bahwa operasional koin stabil semestinya dikelola oleh sektor swasta dan bukan oleh bank sentral.

  • Otoritas moneter memisahkan instrumen swasta dari Proyek Hangang yang berfokus pada mata uang digital grosir dan token simpanan bank komersial.

  • Bank Sentral Korea Selatan telah resmi menghentikan kajian terkait penerbitan mata uang digital bank sentral (CBDC) ritel universal sejak 2023.

Bank Sentral Korea Selatan (Bank of Korea) secara resmi menolak keterlibatan langsung dalam operasional instrumen nilai stabil swasta. Gubernur Hyun Song Shin menegaskan kepada parlemen bahwa korporasi swasta merupakan pihak yang paling tepat mengelola penerbitan stablecoin.

Shin menyampaikan pernyataan resmi tersebut secara langsung dalam sesi audit parlemen di kantor pusat Seoul pada Senin, 12 Oktober. Beliau menegaskan bank sentral memilih berfokus menjaga stabilitas moneter serta merancang mata uang digital institusional.

Karakteristik desentralisasi pada jaringan rantai blok menempatkan entitas komersial sebagai pihak pengelola koin yang paling tepat. Langkah tegas ini memperjelas pembagian peran otoritas moneter dan pelaku pasar terkait operasional penerbitan stablecoin nasional. Kebijakan ini sekaligus memberi sinyal kebebasan berinovasi bagi sektor swasta.

Baca juga: Volume Melejit 175%: Akankah Tren Penguatan Harga Zcash Tembus $1.500?

Fokus Proyek Hangang dan Integrasi Token Simpanan Perbankan

Bank of Korea membedakan secara tegas operasional koin swasta dengan inisiatif digital internal bertajuk Proyek Hangang. Proyek strategis ini memanfaatkan mata uang digital grosir serta token simpanan terbitan bank umum komersial.

Skema inovatif ini mereplikasi struktur moneter dua tingkat yang telah lama berlaku di Korea Selatan. Bank sentral mengelola kliring antarlembaga finansial sementara bank komersial tetap melayani simpanan serta rekening para nasabah.

Pendekatan ini menjamin hubungan langsung antara nasabah dan pihak perbankan konvensional tetap berjalan harmonis. Otoritas menegaskan bahwa server bank penyimpan dana menjaga kerahasiaan data pribadi pengguna secara aman. Bank sentral hanya memproses verifikasi penyelesaian transaksi antarbank tanpa mengakses informasi pribadi identitas nasabah secara langsung.

Penghentian Kajian CBDC Ritel dan Uji Coba Transaksi Nyata

Di hadapan anggota parlemen, Gubernur Shin menegaskan bahwa bank sentral tidak lagi mengejar pengembangan CBDC ritel universal. Otoritas moneter telah menghentikan kajian instrumen digital masyarakat umum tersebut secara permanen sejak tahun 2023 silam.

Fokus riset kini beralih sepenuhnya pada infrastruktur penyelesaian grosir dan token simpanan digital perbankan. Pada tahun lalu, uji coba publik fase awal telah melibatkan tujuh bank besar beserta jaringan gerai ritel.

Nasabah mengonversi saldo tabungan menjadi token digital untuk berbelanja harian di minimarket, kedai kopi, dan supermarket. Bank of Korea kini mempersiapkan pengujian subsidi pengisian daya kendaraan listrik sebelum penutupan tahun ini.

Langkah ini menunjukkan arah kebijakan otoritas yang memilih mendukung standarisasi penerbitan stablecoin swasta yang teratur. Pengujian berkelanjutan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mengadopsi efisiensi teknologi buku besar digital.

Baca juga: Uji Resistansi Kritis: Mengapa Tren Harga Bitcoin Tertahan di Bawah $85.000?

Eksplorasi Sektor Swasta dan Persiapan Remitansi Lintas Negara

Di sektor komersial, perbankan swasta Korea Selatan aktif menjajaki kemitraan strategis guna memperluas infrastruktur pembayaran modern. Konsorsium perbankan seperti Kbank menggandeng grup HashKey untuk menguji instrumen mata uang won dalam penyelesaian perdagangan global.

Selain itu, raksasa pembayaran MoonPay mulai membangun aliansi bersama Woori Bank, KB Financial, dan KakaoBank. Kolaborasi lintas batas ini bertujuan membuka jalur distribusi remitansi berbasis koin stabil di panggung internasional.

Regulator tetap mendorong konsorsium perbankan berizin resmi memimpin operasional instrumen bernilai stabil tersebut. Keterlibatan institusi terdaftar bertujuan mencegah timbulnya risiko sistemik akibat peredaran aset tanpa jaminan cadangan likuiditas yang memadai.

Sinergi ini memastikan ekosistem penerbitan stablecoin swasta dapat tumbuh berdampingan dengan proyek infrastruktur moneter negara. Pelaku industri finansial menyambut hangat sinyal positif yang hadir dari otoritas moneter tertinggi tersebut. Kejelasan sikap regulator ini membuka jalan kepastian hukum bagi agenda penerbitan stablecoin di masa depan.

Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Tinggalkan balasan


Memuat Pos Berikutnya...
Ikuti
Cari Tren
Populer Saat Ini
Memuat

Masuk 3 detik...

Mendaftar 3 detik...