
Riset Consumer 360 Visa mencatat 46 persen konsumen di kawasan Asia Pasifik berencana menggunakan token stabil dalam lima tahun mendatang.
Pemanfaatan utama menyasar sektor belanja daring lintas negara, kebutuhan pariwisata luar negeri, serta pengiriman uang remitansi global.
Tingkat pemahaman teknis masyarakat masih tergolong rendah dengan hanya enam persen responden yang memahami mekanisme kerja aset secara benar.
Riset terbaru raksasa pembayaran global Visa mengungkap lonjakan minat masyarakat terhadap instrumen uang digital terdesentralisasi. Laporan Consumer 360 memproyeksikan potensi lompatan adopsi instrumen nilai stabil secara masif di kawasan Asia Pasifik. Sebanyak 46 persen konsumen menyatakan siap beralih menuju penggunaan stablecoin dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Survei independen tersebut melibatkan 14.250 responden dari empat belas negara utama sepanjang periode Juni hingga Juli 2026. Angka ketertarikan ini melesat jauh melampaui realisasi belanja tahun lalu yang baru menyentuh angka 16 persen.
Masyarakat mulai melirik aset digital berpatokan dolar ini untuk belanja daring, pariwisata internasional, dan remitansi antarnegara. Tingginya rasa ingin tahu konsumen membuka peluang perluasan penggunaan stablecoin pada ekosistem keuangan kawasan.
Baca juga: Polymarket Gugat Larangan Belanda: Soal Status Hukum Pasar Prediksi
Meskipun popularitas aset melonjak pesat, survei Visa menemukan kesenjangan literasi yang sangat mencolok di kalangan masyarakat umum. Sebanyak 66 persen responden mengaku mengenal istilah instrumen keuangan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Namun, hanya enam persen konsumen yang memahami secara tepat prinsip kerja mekanisme stabilitas nilai underlying aset. Bahkan, sekitar 41 persen responden keliru mempercayai bahwa harga token stabil akan selalu mengalami kenaikan nilai.
Kekhawatiran terhadap risiko penipuan dan minimnya edukasi teknis menjadi kendala utama bagi pemula untuk mencoba bertransaksi. Sebagian besar calon pengguna lebih menaruh kepercayaan pada penerbit resmi yang terafiliasi dengan bank sentral pemerintah. Kondisi ini membuktikan bahwa perluasan edukasi menjadi syarat mutlak demi menopang pertumbuhan penggunaan stablecoin yang aman.
Visa merespons potensi pasar regional ini dengan membangun infrastruktur teknologi transaksi digital institusional secara agresif. Pada Juli lalu, korporasi merilis platform korporat terpadu guna memfasilitasi penerbitan dan penukaran token stabil perbankan.
Layanan berbasis Open USD ini memungkinkan institusi komersial menghubungkan sistem rekening bank konvensional dengan buku besar. Di sisi lain, volume kartu pembayaran global berbasis token digital melonjak hampir dua ratus persen tahun ini.
Total penyelesaian transaksi korporasi bahkan telah melampaui angka tahunan fantastis sebesar dua puluh miliar dolar AS. Sebanyak 17 persen dari total volume kartu tersebut berasal dari transaksi komersial skala bisnis terdaftar. Ekspansi infrastruktur modern ini mempermudah integrasi jaringan perbankan tradisional guna mendukung operasional penggunaan stablecoin global.
Baca juga: Metaplanet Batasi Fasilitas Pinjaman: Portofolio Cadangan Bitcoin Sentuh 44.000 Unit
Di kawasan Asia Pasifik, Visa menggalang kolaborasi strategis bersama raksasa keuangan Shinhan Financial Group asal Korea Selatan. Kemitraan tersebut berfokus pada uji coba infrastruktur pembayaran kartu dan penyelesaian transaksi antarbank berbasis token digital.
Di samping itu, Visa menggandeng operator bursa Upbit guna menjajaki efisiensi sistem remitansi lintas batas negara. Optimisme adopsi aset digital semakin nyata bila merujuk pada temuan riset terpisah dari manajer investasi CoinShares.
Sebanyak tujuh puluh persen investor makmur di pasar Amerika Serikat dan Eropa telah mengoleksi aset kripto. Mayoritas pemilik modal besar berencana menambah alokasi kepemilikan aset digital mereka hingga penutupan tahun ini.
Kehadiran infrastruktur pembayaran tepercaya diproyeksikan bakal mengakselerasi penggunaan stablecoin di panggung perdagangan internasional modern. Pertumbuhan pesat ini membuktikan potensi token patokan dolar sebagai instrumen transaksi masa depan yang menjanjikan. Ekosistem keuangan regional kini bersiap menyambut era transformasi pembayaran terdesentralisasi yang jauh lebih efisien dan transparan.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






