Perseteruan Justin Sun dan David Geffen: Sengketa Patung Bernilai Rp1,2 Triliun Memanas

TrieTrieBerita, Berita NFTApril 19, 202528 Dilihat

Ringkasan

  • David Geffen menggugat balik Justin Sun terkait sengketa patung “Le Nez” senilai Rp1,2 triliun. Geffen menuding gugatan Sun sebagai rekayasa untuk merebut kembali patung yang telah sah dibelinya.

  • Sengketa bermula dari tuduhan Sun bahwa patung miliknya dicuri dan dijual ke Geffen. Geffen membantah, menyebut transaksi sah dan menuding Sun ingin patungnya kembali karena masalah keuangan dan kripto.

  • Geffen menyebut tuduhan Sun tidak berdasar dan berniat curang. Sementara tim hukum Sun menegaskan Xiong, mantan penasihat seni, telah mengaku mencuri. Kasus ini kini akan dibawa ke persidangan.

Miliarder Amerika sekaligus produser film dan kolektor seni, David Geffen, resmi menggugat balik pengusaha kripto Justin Sun dalam kasus sengketa kepemilikan sebuah patung senilai $78 juta (sekitar Rp1,2 triliun).

Geffen mengajukan gugatan balik pada 16 April, menyebut bahwa tuntutan Sun sebelumnya adalah “rekayasa” semata dan merupakan bagian dari skema penipuan yang dirancang untuk merebut hak kepemilikan patung tersebut.

Kronologi Perselisihan

Perseteruan ini bermula pada Februari lalu, saat Justin Sun menggugat Geffen. Sun menuduh seorang mantan pegawainya mencuri patung “Le Nez” karya seniman ternama Alberto Giacometti, dan kemudian menjualnya kepada Geffen dalam transaksi senilai sekitar $65 juta dalam bentuk karya seni dan uang tunai.

Patung tersebut sebelumnya dibeli oleh Sun melalui lelang di Sotheby’s pada tahun 2021 seharga $78 juta, dengan bantuan penasihat seninya saat itu, Xiong Zihan Sydney.

Namun, dalam dokumen gugatan balik setebal 100 halaman, Geffen menyatakan bahwa Sun dan Xiong justru menciptakan kisah palsu ini karena gagal menjual dua lukisan yang ditukar Geffen dengan patung tersebut, ditambah pembayaran tunai sebesar $10,5 juta.

Baca juga : Jesse Pollak Akui Kesalahan Terkait Seni Digital “Base is for Pimping”

Geffen: “Tuntutan Sun Tak Berdasar”

Geffen menegaskan bahwa tuduhan Sun tak memiliki dasar hukum dan merupakan upaya jahat untuk merebut kembali patung yang sudah sah dimilikinya. Ia juga menyebut bahwa motivasi Sun menjual patung tersebut berkaitan dengan keruntuhan pasar kripto pada 2022 dan 2023, serta peretasan besar-besaran yang menimpa platform kripto milik Sun, Poloniex dan HTX.

Poin-Poin Perselisihan

Beberapa poin utama yang menjadi perdebatan dalam kasus ini antara lain:

  • Apakah Xiong benar-benar mengaku telah mencuri patung itu
  • Ketidakkonsistenan dalam pernyataan Sun tentang jumlah uang yang katanya dicuri
  • Klaim Geffen bahwa Sun masih menyimpan uang dan lukisan yang menjadi bagian dari kesepakatan, dan sekarang disimpan oleh para pedagang seni

Tuduhan Praktik Bisnis Curang

Dalam gugatan balasannya, Geffen juga menuding bahwa Sun memiliki riwayat perilaku tidak etis dan curang, termasuk pernah digugat oleh mantan pegawai karena memaksa mereka terlibat dalam praktik bisnis ilegal dan membuat pernyataan palsu dalam kasus hukum lainnya.

Baca juga : Bitcoin ETF – Pengertian, Cara Kerja, dan Panduan Investasi Lengkap 2025

Tanggapan dari Pihak Sun

Menanggapi gugatan balik ini, pengacara Justin Sun, William Charron, menolak seluruh tuduhan yang dilontarkan Geffen. Dalam pernyataan yang dikutip ArtNet pada 17 April, ia mengatakan bahwa Xiong telah mengaku mencuri, bahkan ditangkap dan kini ditahan di Tiongkok.

Charron menyatakan, “Meski fakta ini jelas, Geffen justru bersikukuh bahwa Xiong bukan pencuri, bahwa ia selalu mewakili Sun, dan bahwa ia bebas berkeliaran di Tiongkok. Pernyataan Geffen sangat menyesatkan.”

Ia juga menambahkan bahwa timnya menantikan proses persidangan dan bertekad mengembalikan properti milik Sun.

Aksi Kontroversial Sun di Dunia Seni

Nama Justin Sun bukan hal baru dalam kontroversi dunia seni. Pada November lalu, ia membeli karya seni eksentrik “Comedian” karya Maurizio Cattelan, sebuah pisang yang ditempel di dinding dengan selotip seharga $6,2 juta di Sotheby’s New York. Tak lama setelah itu, Sun mengejutkan publik dengan memakan pisang tersebut dalam konferensi pers, yang dianggap sebagai aksi publisitas.

Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Tinggalkan balasan


Memuat Pos Berikutnya...
Ikuti
Cari Tren
Populer Saat Ini
Memuat

Masuk 3 detik...

Mendaftar 3 detik...