
Komunitas Aptos mempertimbangkan pemangkasan imbal hasil staking dari 7% menjadi 3,79% demi efisiensi modal. Namun, muncul kekhawatiran dampaknya terhadap validator kecil dan desentralisasi jaringan.
Proposal dari komunitas Aptos untuk memangkas reward staking nyaris 50% memicu debat. Tujuannya untuk selaraskan insentif dengan L1 lain, tapi dinilai bisa merugikan validator kecil tanpa dukungan tambahan.
Langkah pemangkasan reward staking APT bertujuan dorong eksplorasi peluang lain di ekosistem seperti restaking dan DeFi, namun dinilai berisiko terhadap ketahanan dan distribusi kekuasaan jaringan.
Seorang anggota komunitas Aptos mengajukan proposal kontroversial pada 18 April 2025 yang bertujuan memangkas imbal hasil staking token Aptos (APT) dari 7% menjadi 3,79% dalam jangka waktu tiga bulan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi modal dan menyelaraskan reward Aptos dengan blockchain layer-1 lainnya.
Proposal ini diajukan oleh pengguna bernama MoonSheisty, dan sejak diumumkan, langsung menimbulkan diskusi di platform X (sebelumnya Twitter). Namun, komentar awal di GitHub menunjukkan ada sejumlah penolakan dari anggota komunitas lainnya.
Salah satu anggota komunitas dengan nama ElagabalxNode menyampaikan kekhawatirannya bahwa pengurangan reward ini dapat berdampak buruk pada validator kecil. Tanpa adanya “mekanisme kompensasi seperti program delegasi yang kuat,” validator kecil bisa saja terpinggirkan dari jaringan, yang pada akhirnya melemahkan desentralisasi dan ketahanan jangka panjang Aptos.
Sebagai respons, proposal ini menyarankan Aptos untuk membentuk program komunitas validator, termasuk pemberian hibah dan alokasi staking untuk mendukung validator kecil yang berkontribusi pada ekosistem.
Baca Juga : Perseteruan Justin Sun dan David Geffen: Sengketa Patung Bernilai Rp1,2 Triliun Memanas
Aptos didirikan pada tahun 2021 oleh sekelompok mantan insinyur Meta (Facebook). Hingga 18 April, menurut data dari DefiLlama, total nilai terkunci (TVL) di jaringan Aptos mencapai $974 juta, dengan sekitar $320 juta berasal dari protokol peminjaman Aries Markets.

MoonSheisty berpendapat bahwa meskipun reward staking yang tinggi bisa menarik pengguna untuk mengunci token mereka, hal ini dapat menghambat partisipasi dalam peluang lain yang lebih berisiko namun lebih menguntungkan di dalam ekosistem Aptos, seperti restaking, infrastruktur DePIN, MEV (Maximal Extractable Value), dan keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Imbal hasil staking berbeda-beda tergantung blockchain-nya. Berdasarkan data dari CoinLedger:
Staking sendiri berfungsi seperti tabungan: pengguna “mengunci” token mereka dan menerima imbalan sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan jaringan. Bedanya, imbalannya berupa aset kripto, yang nilainya bisa naik turun tergantung pasar.
Baca Juga: Jesse Pollak Akui Kesalahan Terkait Seni Digital “Base is for Pimping”
Perubahan dalam sistem staking bukan hal baru. Misalnya:
Meskipun staking memberi pengguna “kepemilikan” nyata atas jaringan, terdapat risiko seperti terkonsentrasinya kekuasaan pada validator besar, yang bisa merusak prinsip desentralisasi.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






