
Komisioner SEC Hester Peirce mengusulkan pemanfaatan teknologi bukti tanpa pengetahuan guna meminimalkan pengumpulan identitas sensitif nasabah dalam prosedur kepatuhan perbankan.
Inovasi kredensial digital memungkinkan institusi memverifikasi fakta seperti usia dan status akreditasi tanpa harus menyimpan berkas identitas pribadi pengguna.
Regulator bursa telah menerbitkan dispensasi inovasi selama lima tahun bagi perdagangan saham publik ter-tokenisasi di pasar modal Amerika Serikat.
Pendekatan regulasi terhadap identifikasi nasabah di industri keuangan modern mulai melirik terobosan teknologi kriptografi mutakhir. Komisioner Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat Hester Peirce secara terbuka menyuarakan pentingnya penguatan privasi data nasabah.
Gagasan visioner tersebut disampaikan dalam pidato resminya pada Konferensi Aset Digital SIFMA di New York. Peirce menilai kewajiban verifikasi identitas konvensional memicu penumpukan berkas data pribadi yang sangat berlebihan di peladen perbankan.
Fenomena pengumpulan berkas identitas yang berulang berisiko mengubah infrastruktur jasa finansial menjadi sistem pengawasan massal yang rentan. Menurutnya, regulator harus beralih menuju metode pembuktian berbasis atribut tanpa harus menyita seluruh berkas dokumen fisik pengguna.
Peirce menegaskan bahwa perlindungan keamanan identitas warga negara merupakan pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pasar modern. Inovasi kriptografi pembuktian tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs) dinilai menjadi jawaban konkret dalam menjaga privasi data pengguna secara menyeluruh.
Baca juga: Kolaborasi Penegak Hukum Dunia: Forum Khusus FBI Tangani Ancaman Kejahatan Kripto
Teknologi bukti tanpa pengetahuan memungkinkan seseorang membuktikan kelayakan syarat tertentu tanpa mengekspos rincian informasi sensitif mereka. Pengguna dapat membuktikan kriteria batasan usia, kewarganegaraan, maupun status kelolosan daftar sanksi tanpa menyerahkan salinan paspor.
Sistem komputasi hanya mengirimkan bukti matematis yang valid ke sistem perbankan untuk mengonfirmasi kelayakan transaksi. Peirce mengusulkan agar lembaga keuangan diizinkan mempercayai hasil verifikasi identitas pihak ketiga tepercaya secara lebih fleksibel.
Langkah ini tidak menghapus kewajiban pemantauan transaksi melainkan memangkas duplikasi penyimpanan data pribadi yang tidak perlu. Tim internal regulator bursa sebelumnya telah mendiskusikan implementasi teknologi ini bersama tim pengembang protokol ZKPassport.
Peranti lunak tersebut memproses keabsahan dokumen resmi langsung di dalam perangkat ponsel pintar milik pengguna pribadi. Melalui mekanisme lokal tersebut, data pribadi sensitif tidak pernah keluar menuju peladen komersial perusahaan.
Sebelum mengulas sistem identifikasi digital, Peirce menyoroti penerbitan izin dispensasi inovasi pasar modal selama lima tahun. Kebijakan administratif ini mengizinkan perdagangan saham konvensional ter-tokenisasi melalui kolam likuiditas pembuat pasar otomatis (AMM).
Dispensasi bersyarat ini membebaskan platform perdagangan khusus dari definisi bursa efek kaku hingga September 2031 mendatang. Kerangka kerja baru mewajibkan token saham digital memiliki hak pemegang saham yang setara dengan instrumen aslinya.
Regulator membatasi volume perdagangan harian saham ter-tokenisasi maksimal 2,5 persen dari rata-rata volume bulan sebelumnya. Peirce mendorong agar likuiditas produk ekuitas digital berkembang di dalam negeri dan tidak beralih ke bursa luar.
Inisiatif terobosan ini menjadi jembatan regulasi sebelum pemerintah merumuskan aturan hukum permanen bagi instrumen pasar terdesentralisasi. Transparansi data transaksi publik tetap menjadi syarat mutlak bagi seluruh penyedia fasilitas perdagangan digital.
Baca juga: Akselerasi Likuiditas Multi-Aset: Circle Perluas Transfer Lintas-Rantai
Asosiasi Industri Sekuritas dan Pasar Keuangan (SIFMA) menyambut positif keterbukaan regulator terhadap inovasi teknologi pasar modal. Namun, Direktur Utama SIFMA Kenneth Bentsen Jr. mengingatkan potensi fragmentasi harga akibat perdagangan saham paralel di banyak tempat.
Peirce memahami kekhawatiran pelaku pasar dan menegaskan bahwa dispensasi ini merupakan tahap awal pengujian sistem. Sementara itu, usulan verifikasi tanpa pengetahuan masih berstatus wacana kebijakan dan belum menjadi aturan hukum tetap.
Institusi pialang tetap terikat penuh pada standar program identifikasi nasabah dan pelaporan anti-pencucian uang yang berlaku. SEC kini membuka ruang konsultasi publik secara luas untuk menyempurnakan aturan teknis pasar saham ter-tokenisasi.
Masukan dari pelaku pasar akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam mematangkan kerangka regulasi pasar modal digital. Kolaborasi antara kepatuhan hukum dan perlindungan privasi data diyakini mampu mengakselerasi transformasi sistem keuangan masa depan.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






