Tensi Geopolitik Timur Tengah Memanas: Mengapa Tren Harga Bitcoin Terkoreksi?

TrieTrieBerita KriptoSeptember 28, 202612 Dilihat

Rangkuman

  • Aksi jual aset kripto utama terjadi akibat penolakan tawaran gencatan senjata Iran oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

  • Arus modal institusi ETF spot tetap mencatatkan rekor masuk fantastis senilai $2,39 miliar dalam sepekan terakhir.

  • Indikator teknikal menunjukkan pendinginan momentum pasar seraya menanti rilis data inflasi PCE dan laporan ketenagakerjaan AS.

Dinamika pasar aset berisiko global kembali mengalami guncangan menyusul eskalasi konflik militer di kawasan Selat Hormuz. Reli penguatan harga Bitcoin yang sempat menembus level 87.000 dolar Amerika Serikat mendadak tertahan pada awal pekan.

Data CoinGecko mencatat grafik perdagangan sempat merosot tajam menyentuh area 84.000 dolar AS. Penurunan ini memicu koreksi serupa pada aset kripto besar lain seperti Ethereum dan token XRP.

Namun, minat beli pembeli berhasil mengangkat kembali posisi aset menuju kisaran 84.000 hingga 85.000 dolar AS. Pemulihan ini membuktikan pasar masih bertahan jauh di atas titik terendah pertengahan September pada 75.000 dolar AS. Fluktuasi tajam pergerakan harga Bitcoin kali ini murni terpicu oleh kecemasan makroekonomi dan ketegangan politik internasional.

Baca juga: Menakar Dampak Hukum Penyitaan Bank Lepas Pantai Terhadap Cadangan Tether

Penolakan Usulan Damai Iran dan Lonjakan Tajam Minyak Dunia

Sentimen negatif merebak setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal gencatan senjata yang diajukan pemerintah Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menawarkan pembukaan jalur pelayaran Selat Hormuz selama tujuh hari penuh.

Namun, Trump menampik inisiatif diplomasi tersebut karena menganggap pihak lawan sedang tertekan sanksi militer dan ekonomi. Trump bahkan menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengizinkan kepemilikan senjata nuklir bagi rezim tersebut.

Pernyataan keras Gedung Putih membuka peluang serangan udara baru menjelang agenda pemilihan umum sela di Washington. Menanggapi retorika itu, pihak Teheran menyatakan kesiapan tempur penuh menghadapi skenario konflik bersenjata berskala besar.

Ketegangan militer ini seketika mengerek harga minyak mentah WTI dan Brent melampaui level 93 dolar per barel. Jalur Selat Hormuz memang menjadi urat nadi distribusi pasokan energi minyak dan gas alam dunia.

Ketahanan Arus Masuk ETF Spot di Tengah Pembersihan Leverage

Meskipun grafik mengalami koreksi teknikal, daya beli investor institusi Wall Street sejatinya tidak surut sama sekali. Reksa dana ETF spot membukukan arus masuk modal bersih fantastis mencapai 2,39 miliar dolar pekan lalu.

Seluruh sesi perdagangan mencatatkan angka positif dengan aliran dana kelolaan BlackRock menyumbang porsi terbesar. Pada saat bersamaan, dompet paus berkapasitas besar terpantau konsisten mengakumulasi lebih dari 113 ribu keping koin.

Analis pasar menyoroti penurunan nilai posisi terbuka derivatif sebesar 500 juta dolar sebagai sinyal penyehatan sistem. Pembersihan fasilitas utang (leverage) ini dinilai memberi pijakan lebih kokoh sebelum menguji kembali level 87.000 dolar AS.

Jika aksi jual berlanjut, area level 80.300 dolar AS diproyeksikan bakal menjadi bantalan dukungan teknikal terdekat. Pengurangan beban utang spekulasi bursa berjangka membuat struktur pasar menjadi jauh lebih tangguh menghadapi volatilitas.

Baca juga: Bank Sentral Brasil Perketat Pengawasan Regulasi Transaksi Kripto Dompet Mandiri

Pendinginan Momentum Indikator dan Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Indikator teknikal harian memperlihatkan fase konsolidasi sehat setelah lonjakan cepat dari area 75.000 dolar AS. Indeks Arus Uang (Money Flow Index) bertahan pada angka 59,35 yang mencerminkan tekanan beli riil masih aktif.

Sementara itu, indikator Know Sure Thing mulai melandai dari puncak tertinggi yang menandakan pendinginan tenaga reli. Pelaku pasar kini memusatkan perhatian penuh pada rilis data indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pekan ini.

Data inflasi acuan bank sentral dan laporan ketenagakerjaan resmi diproyeksikan bakal mengarahkan ekspektasi suku bunga The Fed. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor sepuluh tahun masih bertengger tinggi melampaui level lima persen.

Tingginya imbal hasil surat utang negara dan lonjakan komoditas energi menjadi tantangan berat bagi aset digital. Daya tahan grafik mengamankan zona batas bawah akan menjadi kunci utama kelanjutan tren harga Bitcoin mendatang.

Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Tinggalkan balasan


Postingan Sebelumnya

Postingan Berikutnya

Memuat Pos Berikutnya...
Ikuti
Cari Tren
Populer Saat Ini
Memuat

Masuk 3 detik...

Mendaftar 3 detik...