
Pengelola jaringan Liquid Network menggelar audit keamanan eksternal terhadap peranti lunak Elements versi terbaru demi memulihkan mekanisme penarikan aset cadangan.
Federasi mengganti seluruh daftar kunci otorisasi penarikan guna menjamin penyimpanan kunci penerima berada di dalam brankas dingin yang aman.
Operasional pencetakan blok dan transaksi internal telah pulih normal, sementara pelacakan 602 keping koin yang belum kembali terus berlanjut.
Pemulihan infrastruktur rantai samping Bitcoin memasuki tahap evaluasi teknis yang jauh lebih ketat menyusul insiden eksploitasi peranti lunak. Pengembang Liquid Network resmi memulai audit keamanan independen terhadap pembaruan kode Elements versi 23.3.4.
Langkah audit ini bertujuan memastikan keamanan sistem sebelum membuka kembali pintu penarikan aset menuju jaringan utama Bitcoin. Pada saat bersamaan, pihak federasi memperbarui seluruh daftar kunci otorisasi penarikan (Peg-out Authorization Key atau PAK).
Federasi memastikan seluruh kunci penerima koin cadangan tersimpan secara aman di dalam dompet dingin tanpa sambungan internet. Pihak manajemen belum menetapkan tanggal pasti kapan fitur penarikan koin akan aktif kembali secara komersial.
Namun, audit eksternal dan penggantian kunci otorisasi menjadi syarat mutlak dalam memulihkan integritas operasional ekosistem. Perkembangan menyeluruh ini menandai komitmen serius pengembang dalam merehabilitasi reputasi Liquid Network di hadapan investor global.
Baca juga: Tekanan Imbal Hasil Obligasi AS Menekan Pasar: Mengapa Tren Harga Bitcoin Melemah?
Pembaruan Elements versi 23.3.4 sengaja dirancang guna menutup celah fatal yang memicu eksploitasi cadangan pada awal September. Peretas sebelumnya berhasil mencetak sekitar 4.000 token LBTC tanpa jaminan aset riil melalui manipulasi verifikasi bukti rentang.
Kerentanan sistemik tersebut muncul akibat kekeliruan penggabungan data verifikasi transaksi di dalam memori singgahan peranti lunak. Celah konsensus itu memicu tabrakan data sehingga verifikasi palsu terbaca sah oleh simpul validator federasi.
Versi peranti lunak terbaru mengubah metode penyusunan kunci memori dengan menyematkan awalan panjang pada setiap bidang data. Modifikasi teknis ini secara efektif mencegah pengulangan metode manipulasi data serupa pada masa mendatang.
Simpul validator telah memasang tambalan kode tersebut sehingga produksi blok transaksi internal dapat berjalan normal kembali. Kendati demikian, fungsi jembatan penarikan cadangan tetap terkunci rapat demi mencegah timbulnya risiko baru.
Fokus perbaikan kedua tertuju pada restrukturisasi arsitektur kunci otorisasi penarikan yang menghubungkan jaringan dengan rantai Bitcoin. Sistem otorisasi federasi membagi perlindungan kunci menjadi komponen luring dompet dingin dan komponen daring aktif.
Komponen luring memverifikasi alamat tujuan penarikan, sementara komponen daring menandatangani permintaan pelepasan koin pada simpul jaringan. Insiden pembobolan sebelumnya melibatkan celah konfigurasi kunci pada platform perdagangan SideSwap yang beroperasi secara daring penuh.
Manajemen SideSwap menyatakan bahwa sistem operasional kunci daring tersebut sejatinya telah berjalan terbuka selama bertahun-tahun. Meski demikian, penyedia jasa kini mengevaluasi ulang batasan verifikasi pembayaran sebelum mengaktifkan kembali layanan mereka.
Federasi kini menghapus entri kunci lama dan mewajibkan penyimpanan kunci cadangan di ruang aman terisolasi. Pengetatan prosedur penandatanganan ini menutup celah kelalaian pihak ketiga yang berpotensi merugikan pemegang aset.
Baca juga: Debat Kebijakan Fiskal di Seoul: Tuntutan Penundaan Aturan Pajak Kripto
Meskipun aktivitas pengiriman saldo antarpengguna telah pulih sejak pekan lalu, fitur penarikan koin tetap menjadi pembatasan terakhir. Insiden peretasan sebelumnya sempat menguras sekitar 4.000 koin cadangan Bitcoin dari brankas konsorsium pengawas.
Pelaku penyerangan yang mengaku sebagai peretas etis telah memulangkan sekitar 3.400 keping koin ke dompet pengembang. Namun, sisa saldo cadangan sekitar 602 keping koin masih menjadi target penyelidikan bersama aparat hukum internasional.
Pihak Blockstream menolak permintaan uang tebusan dan memilih melacak sisa aset bersama pakar forensik rantai blok. Rencana pemulihan bertahap mewajibkan seluruh simpul menyelesaikan audit kepatuhan sebelum membuka kembali gerbang penarikan koin.
Hasil uji kelayakan teknis peranti lunak akan menentukan jadwal pengaktifan kembali seluruh fitur transaksi lintas rantai. Penguatan standar keamanan arsitektur Liquid Network diharapkan sanggup mengembalikan kepercayaan penuh para pengguna institusional pasar modal digital.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






