
Chief Executive Officer Copper Amar Kuchinad resmi meletakkan jabatannya di tengah proses penjualan korporasi yang sedang berlangsung.
Perusahaan menargetkan valuasi akuisisi sebesar $500 juta lewat Cantor Fitzgerald, namun tawaran pemodal hanya berkisar $200 juta.
Valuasi penyedia jasa kustodi institusional ini telah merosot drastis hingga 90% dibanding era puncak tahun 2021.
Kabar mengejutkan kembali mengguncang industri kustodi kripto institusional internasional. Chief Executive Officer Copper, Amar Kuchinad, memutuskan mundur dari tampuk kepemimpinan. Pengunduran diri mendadak ini terjadi tepat empat bulan sejak proses penjualan korporasi bergulir ke pasar modal.
Manajemen telah menunjuk bank investasi Cantor Fitzgerald guna mencari pembeli potensial untuk proses akuisisi Copper sejak Mei lalu. Pihak pemegang saham menetapkan valuasi penjualan korporasi pada angka $500 juta atau setara Rp7,8 triliun. Namun, para calon pembeli sejauh ini hanya mengajukan penawaran awal pada kisaran $200 juta.
Perbedaan valuasi sebesar $300 juta ini membuat negosiasi berjalan sangat alot. Penjualan ini belum mencapai kesepakatan final, sementara kursi kepemimpinan utama kini mendadak kosong tanpa pejabat pengganti definitif.
Angka penawaran saat ini menunjukkan penurunan nilai yang sangat tajam bagi penyedia layanan kustodi asal Inggris tersebut. Pada putaran pendanaan tahun 2021, valuasi pasar korporasi sempat menembus angka fantastis $2,5 miliar.
Target penjualan $500 juta saat ini bahkan sudah mencerminkan diskon sebesar 80% dari masa kejayaan siklus terdahulu. Apabila transaksi terealisasi pada harga $200 juta, nilai korporasi tercatat anjlok lebih dari 90%.
Didirikan pada tahun 2018, perusahaan membangun reputasi solid lewat jaringan penyelesaian transaksi bernama ClearLoop. Platform ini memungkinkan investor institusi bertransaksi di bursa tanpa memindahkan aset dari brankas penyimpanan. Bursa papan atas seperti Coinbase, Bitfinex, dan Kraken tercatat memanfaatkan infrastruktur inovatif tersebut.
Baca juga: RUU CLARITY Act Terancam Kandas di Senat Amerika Serikat
Sektor penyimpanan aset digital kini menghadapi dinamika persaingan yang jauh lebih ketat daripada tahun-tahun sebelumnya. Raksasa perbankan global seperti BNY Mellon, State Street, hingga Standard Chartered mulai mengoperasikan unit kustodi mandiri.
Langkah institusi perbankan ini mempersempit pangsa pasar penyedia layanan kripto independen. Standard Chartered bahkan telah menuntaskan akuisisi operasional Zodia Custody demi memperkuat cengkeraman bisnis institusionalnya.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang penting mengapa proses akuisisi Copper menghadapi penawaran harga yang cenderung konservatif. Calon pembeli menimbang ketat risiko persaingan langsung melawan konglomerasi perbankan berizin federal.
Baca juga: Valuasi Tembus Rekor: Jadwal Pemasaran IPO Anthropic Resmi Bergeser
Kuchinad memimpin korporasi sejak Oktober 2024 menggantikan pendiri perusahaan Dmitry Tokarev. Pengalamannya sebagai penasihat regulator SEC awalnya digadang-gadang mampu memuluskan ekspansi kepatuhan hukum di Amerika Serikat.
Sumber internal belum membeberkan apakah kepergiannya berkaitan langsung dengan selisih penawaran harga akuisisi. Namun, perusahaan langsung merombak jajaran pimpinan dengan mengangkat dua eksekutif kunci baru.
Elin Cherry kini resmi mengemban tugas sebagai Chief Compliance Officer untuk memperkuat divisi regulasi. Sementara itu, Sean Bowen menduduki kursi Chief Operating Officer guna mengawal operasional harian.
Pihak dewan komisaris belum mengumumkan batas waktu akhir penutupan lelang aset. Ketidakpastian arah korporasi kini menguji ketahanan jaringan ClearLoop di tengah persaingan industri Web3 yang semakin terpolarisasi.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






