
Pelaku kejahatan siber mencatut identitas seniman generatif Tyler Hobbs guna mempromosikan skema pencetakan palsu proyek seni QQL.
Peneliti keamanan Yuga Labs memperingatkan bahwa satu dompet kolektor terkuras akibat menandatangani izin transaksi berbahaya di situs tiruan.
Penipu menyalin narasi lelang tahun 2022 dengan menawarkan 900 tiket pencetakan palsu seharga 50 ETH per unit.
Modus serangan memanfaatkan tautan palsu yang memancing korban menyetujui kontrak pintar guna menguras seluruh isi dompet digital.
Pengembang proyek menegaskan bahwa sesi pencetakan publik baru tidak pernah dibuka kembali dan tiket asli hanya beredar di pasar sekunder.
Aksi kejahatan siber kembali mengguncang komunitas seni digital berbasis teknologi buku besar terdistribusi di ekosistem Ethereum. Modus operandi penipuan NFT terbaru mencatut nama besar seniman generatif terkemuka Tyler Hobbs untuk menjebak korban.
Pelaku menyebarkan tautan berbahaya yang mengklaim pembukaan kembali lelang tiket pencetakan proyek seni populer QQL. Padahal, pengembang resmi tidak pernah membuka kembali sesi penjualan publik sejak peluncuran perdana tahun 2022 silam.
Peneliti keamanan Yuga Labs bernama Quit mengungkap bahwa seorang kolektor telah menjadi korban pengurasan dompet digital. Korban lain berhasil selamat berkat peringatan ekstensi pengaman yang memblokir transaksi berbahaya tersebut secara otomatis. Kejadian ini membuktikan bahwa modus penipuan NFT semakin canggih dalam memanfaatkan kelengahan para penggiat Web3.
Baca juga: Outflow Whale XRP Sentuh Level Terendah 5 Tahun: Menanti Diskon Harga?
Para penipu melancarkan aksinya di platform media sosial X dengan menyalin rincian skema lelang masa lalu. Pelaku mengumumkan penjualan 900 Mint Pass menggunakan format Dutch auction dengan harga penawaran awal sebesar 50 ETH.
Mereka merekayasa klaim kemitraan baru demi meyakinkan calon pembeli agar segera menghubungkan dompet digital mereka. Narasi palsu tersebut meniru persis momen peluncuran bersejarah pada September 2022 yang terjual habis dalam waktu singkat.
Kala itu, lelang perdana menghasilkan 12.600 ETH atau setara $16,7 juta pada harga pasar saat itu. Mengingat harga dasar tiket saat ini sangat bernilai, penipu memanfaatkannya sebagai umpan menjanjikan keuntungan kilat.
Pelaku mengarahkan korban menuju situs tiruan yang telah disusupi skrip wallet drainer otomatis. Tanpa sadar, korban menandatangani persetujuan pengeluaran aset yang memberi izin penuh bagi kontrak pintar peretas. Insiden pengurasan saldo ini mempertegas betapa berbahayanya jebakan penipuan NFT yang mengatasnamakan figur publik terpercaya.
Pola serangan ini selaras dengan peringatan resmi Biro Investigasi Federal Amerika Serikat mengenai kejahatan aset digital. Lembaga penegak hukum tersebut menyatakan pelaku kerap membuat akun tiruan yang menyerupai profil resmi pengembang terverifikasi.
Pelaku sengaja menciptakan rasa urgensi palsu agar korban terburu-buru mengeksekusi transaksi tanpa memeriksa ulang alamat URL. Korban yang panik takut kehilangan momentum cenderung langsung menekan tombol mint pada situs web palsu.
Setelah dompet terhubung, skrip jahat meminta izin otorisasi transaksi yang menyamarkan pengalihan kepemilikan aset kripto. Kontrak penipu dapat menguras saldo koin dan koleksi digital korban dalam hitungan detik saja.
Lembaga riset keamanan siber mencatat maraknya penggunaan wallet drainer yang beroperasi memanfaatkan celah persetujuan token. Banyak persetujuan transaksi tetap aktif di rantai blok hingga pemilik mencabut izinnya secara manual. Kelengahan dalam memeriksa rincian izin kontrak menjadi celah utama yang dimanfaatkan sindikat penipuan NFT modern.
Baca juga: Kajian Wall Street: JPMorgan Ungkap Prediksi Bitcoin Kalahkan Saham dan Emas
Komunitas pengembang QQL mengingatkan para kolektor agar selalu melakukan verifikasi mandiri sebelum membeli tiket di pasar sekunder. Tiket resmi QQL Mint Pass menggunakan alamat kontrak pintar tunggal di jaringan utama Ethereum.
Kolektor wajib mencocokkan alamat kontrak 0xc73B17179Bf0C59cD5860Bb25247D1D1092c1088 melalui penjelajah buku besar Etherscan. Setiap tiket resmi yang telah terpakai untuk mencetak karya seni akan langsung hangus (burned) secara permanen.
Pemegang tiket asli tetap memiliki hak mencetak karya seni permanen kapan saja tanpa batas waktu kedaluwarsa. Oleh karena itu, klaim pembukaan kembali lelang publik dari akun media sosial merupakan kebohongan manipulatif.
Investor disarankan menggunakan dompet perangkat keras serta memasang peranti lunak simulasi transaksi sebelum menyetujui kontrak. Memutus izin transaksi pada aplikasi desentralisasi secara berkala juga efektif mencegah kerugian akibat serangan peretasan.
Pemahaman teknis yang matang menjadi benteng terkuat bagi pemodal dalam membentengi diri dari jeratan penipuan ini. Tetap utamakan verifikasi tautan resmi agar Anda tidak menjadi korban berikutnya dari kejahatan penipuan NFT terorganisir.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






