
Tim pengembang mengimbau operator segera memperbarui node lama demi menghindari serangan peretas.
Pelaku siber aktif membidik sistem yang masih memakai versi 26.06.7 atau rilisan sebelumnya.
Celah keamanan berisiko memicu kerusakan sistem hingga potensi kehilangan saldo pada kanal pembayaran.
Laporan kerentanan melonjak drastis setelah pihak luar memanfaatkan analisis berbasis kecerdasan buatan.
Operator yang belum dapat memperbarui sistem disarankan mengaktifkan mode luring untuk sementara waktu.
Ancaman siber kembali mengintai para pengelola infrastruktur kripto di seluruh dunia. Pengembang perangkat lunak Core Lightning baru saja menerbitkan peringatan keamanan darurat berskala tinggi. Mereka meminta operator segera memperbarui sistem ke versi paling anyar. Sejumlah peretas dilaporkan aktif menargetkan sistem versi 26.06.7 atau yang lebih lawas.
Tim pengembang menerima laporan nyata mengenai aksi penyerangan terarah ini. Kendati demikian, tim belum membeberkan celah spesifik yang tengah dibidik musuh. Mereka juga belum mengungkap rincian potensi kerugian yang dialami para korban.
Baca juga: Modernisasi Sistem Perbankan AS: Fiserv Gandeng Jaringan Solana
Tim pengembang sebetulnya sudah merilis versi 26.06.8 pada September kemarin. Pembaruan tersebut menambal sederet celah krusial yang dilaporkan komunitas peneliti independen. Dokumen resmi mencatat keberadaan bug yang mampu merusak stabilitas jaringan node pengirim.
Celah lain melibatkan antarmuka REST yang sanggup menguras memori server target secara cepat. Yang paling mengkhawatirkan, tim mendeteksi bug kritis pada proses penutupan kanal pembayaran. Celah ini berpotensi merampas saldo pengguna akibat penalti penutupan kanal otomatis. Oleh sebab itu, ekosistem Core Lightning membutuhkan pembaruan segera untuk mencegah kerugian finansial massal.
Gelombang peringatan ini bermula dari dinamika audit kode pada Agustus lalu. Saat itu, pengembang menghadapi lonjakan laporan kerentanan berformat CVE. Laporan melonjak karena para peneliti memanfaatkan alat kecerdasan buatan untuk menguji kode sumber terbuka.
Pengembang harus memvalidasi setiap berkas laporan secara ekstra teliti. Mereka memisahkan kekeliruan analisis mesin dari ancaman sistem yang autentik. Langkah pengamanan ini kemudian membuahkan pembaruan bertahap pada sistem Core Lightning. Pengembang bahkan sengaja menunda rilis berkas pengujian publik selama dua pekan penuh. Taktik tersebut berhasil mengulur waktu agar peretas tidak mampu merekayasa balik celah yang ada.
Bagi operator yang belum sempat menerapkan pembaruan, pengembang menawarkan alternatif darurat. Pengelola node dapat mengaktifkan konfigurasi luring atau offline setting. Opsi ini memutus jaringan node dari rekanan transaksi lain secara instan.
Sistem secara otomatis menghentikan lalu lintas pengiriman, penerimaan, maupun perutean saldo pembayaran. Namun, program daemon tetap aktif memantau transaksi pada rantai blok Bitcoin. Metode ini jauh lebih aman daripada mematikan server secara total. Dengan metode ini, node Core Lightning tetap mampu memantau status kanal tanpa membuka pintu bagi penyerang luar.
Baca juga: Transfer Whale Ratusan Juta Dolar: Kemana Arah Pergerakan Harga Ethereum?
Tahun 2026 menghadirkan tantangan keamanan yang cukup berat bagi ekosistem lapis kedua Bitcoin. Sebelum kasus ini mencuat, platform BTCPay Server sempat mendeteksi celah administratif berbahaya. Celah tersebut membocorkan kredensial penting sehingga pelaku berhasil menguras saldo dompet Lightning korban.
Insiden lain menimpa Zeus Wallet yang sempat menonaktifkan seluruh infrastruktur akibat serangan siber. Beruntung, audit internal Zeus membuktikan dana para nasabah tetap berada dalam kondisi aman. Di luar itu, Bitcoin Core juga sempat merilis tambalan darurat berkode CVE-2024-52911.
Melihat rangkaian ancaman tersebut, operator node Core Lightning wajib segera bertindak cepat. Jalankan pembaruan sistem tanpa menunda guna memastikan keamanan seluruh aset digital Anda. Periksa panduan teknis resmi sekarang agar operasional node Anda terlindungi sepenuhnya.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






