
MicroStrategy membeli tambahan 10.107 Bitcoin senilai $1,1 miliar, sehingga total kepemilikannya mencapai 471.107 BTC dengan nilai lebih dari $46,6 miliar.
Perusahaan ini meluncurkan penawaran saham STRK senilai $250 juta untuk mendanai pembelian Bitcoin lebih lanjut, memungkinkan akumulasi hingga $50 miliar BTC dalam 12 bulan ke depan.
Langkah agresif MicroStrategy mendapat sorotan, namun saham perusahaan turun 6% di tengah tekanan pasar teknologi yang lebih luas.
MicroStrategy, perusahaan perangkat lunak yang terdaftar di NASDAQ dan dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia, kembali membuat gebrakan.
Michael Saylor, pendiri dan mantan CEO perusahaan ini, mengumumkan pembelian Bitcoin senilai $1,1 miliar. Dengan transaksi ini, MicroStrategy berhasil mengakumulasi tambahan 10.107 BTC dengan harga rata-rata $105.596 per koin.
Saat ini, total kepemilikan Bitcoin perusahaan tersebut mencapai 471.107 BTC. Jika dihitung dengan nilai Bitcoin saat ini, yaitu sekitar $99.103 per koin, total aset perusahaan tersebut mencapai lebih dari $46,6 miliar.
Hal ini memberi MicroStrategy keuntungan di atas kertas lebih dari $15 miliar, meskipun harga BTC sedang terkoreksi.
MicroStrategy telah menjalankan strategi unik sejak Agustus 2020, yaitu membeli Bitcoin secara konsisten setiap minggu.

Dalam beberapa bulan terakhir, pengumuman pembelian baru sering kali dilakukan pada hari pertama minggu kerja, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kepemilikan aset kripto tersebut.
Namun, langkah ini tidak selalu berdampak positif pada pasar. Menariknya, harga Bitcoin cenderung terkoreksi setelah pengumuman pembelian besar oleh MicroStrategy.
Kali ini, sebelum pengumuman, harga Bitcoin sudah turun $7.000 dalam satu hari, mencerminkan tekanan besar di pasar kripto secara umum.
Baca Juga: CEO Ripple Menanggapi Kritik Bitcoin Maximalists dalam Perdebatan Cadangan Digital XRP
Langkah besar MicroStrategy tidak serta-merta mendongkrak nilai sahamnya. Justru sebaliknya, saham MicroStrategy (MSTR) turun hampir 6% dalam perdagangan pra-pasar.
Hal ini terjadi bersamaan dengan tekanan besar pada saham teknologi lainnya, termasuk Nvidia (NVDA) yang merosot hingga 13% dan Microsoft yang turun hampir 7%.
Penyebab utama tekanan ini adalah langkah DeepSeek, startup AI asal China, yang meluncurkan model open-source murah.
Model ini dinilai dapat menurunkan permintaan terhadap kluster GPU besar, sehingga memengaruhi prospek bisnis perusahaan teknologi besar seperti Nvidia.
Baca Juga: Kemenangan Parsial SEC atas Kraken: Gugatan Kripto dan Ketegangan Regulasi di AS
Selain mengumumkan pembelian Bitcoin, MicroStrategy juga meluncurkan penawaran saham preferen baru senilai $250 juta, yang diberi nama STRK. Dana yang terkumpul dari penawaran ini akan digunakan untuk pembelian Bitcoin tambahan di masa depan.
Menurut analis Fred Krueger, langkah ini akan memberikan MicroStrategy peluang untuk membeli hingga $50 miliar Bitcoin dalam 12 bulan ke depan, tergantung pada minat pasar terhadap STRK.
“Penawaran ini luar biasa untuk MicroStrategy dan Bitcoin. Ini memberikan cara baru yang lebih mudah bagi Michael Saylor untuk terus meningkatkan akumulasi Bitcoin,” ujar Krueger.
Pembelian Bitcoin besar-besaran oleh MicroStrategy menegaskan peran perusahaan ini sebagai salah satu pemain utama dalam pasar kripto. Namun, tekanan pasar yang tengah berlangsung menunjukkan bahwa langkah ini tetap memiliki risiko.
Dengan strategi agresif seperti ini, MicroStrategy tak hanya mempertaruhkan posisinya di pasar kripto, tetapi juga menghadapi tantangan signifikan di pasar saham. Apakah langkah besar ini akan membuahkan hasil di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawab.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






