
Firma analitik Arkham Intelligence melacak pergerakan dana hasil peretasan dompet fisik CryptoBilis senilai $95,35 juta.
Peretas berhasil menyedot aset senilai $80,60 juta hanya dalam tempo 51 menit pada tanggal 9 Oktober lalu.
Pencucian dana melibatkan protokol bridge lintas rantai dan penyetoran 9.529 ETH ke pencampur transaksi Tornado Cash.
Penerbit Tether bertindak cepat membekukan cadangan senilai $10 juta USDT pada jaringan Tron guna membatasi pencairan dana curian.
Penyelidikan resmi mengonfirmasi adanya modifikasi komponen peranti keras liar yang menyadap recovery phrase milik para korban.
Pelaku kejahatan siber kembali memindahkan aset digital curian dari insiden peretasan Ledger yang menimpa jaringan pengecer resmi CryptoBilis. Firma analitik Arkham Intelligence melacak pergerakan dana jarahan sebesar $13,84 juta dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Laporan investigasi pada 28 Oktober 2026 mengungkap total kerugian pembobolan kini menembus angka fantastis $95,35 juta. Aksi pencurian massal ini menjerat sebanyak 1.486 alamat dompet yang tersebar di berbagai jaringan rantai blok utama.
Sebagian besar transaksi ilegal berlangsung kilat dalam kurun waktu 51 menit pada tanggal 9 Oktober lalu. Saat ini, peretas masih menguasai saldo senilai $30,44 juta termasuk $10 juta koin USDT sitaan Tether. Investigasi menyeluruh kini membongkar rute pencucian dana hasil kejahatan peretasan Ledger lintas ekosistem buku besar terdistribusi.
Baca juga: Waspada Modus Phishing: Trust Wallet Peringatkan Bahaya Situs Palsu Kartu Kripto
Arkham menemukan bahwa gelombang serangan terbesar bermula pada 9 Oktober tepat pukul 05:07:48 waktu universal terkoordinasi (UTC). Dalam tempo 51 menit, peretas sukses menyedot dana $80,60 juta dari ratusan dompet korban secara serentak.
Sebanyak 335 transaksi penarikan koin USDT menyumbang jarahan terbesar senilai $58,19 juta pada jaringan rantai blok Tron. Pada saat bersamaan, 112 alamat Bitcoin memindahkan 203,26 BTC senilai $16,73 juta dalam satu blok tunggal.
Aliran dana ilegal terus mengalir deras hingga membukukan setoran tambahan $14,14 juta USDT menjelang sore hari. Sebelumnya, pelaku melancarkan aksi uji coba dengan mencuri 7,41 BTC senilai $610.000 pada 7 hingga 8 Oktober.
Firma analitik Bitquery bahkan memperkirakan total kerugian menembus $102 juta dari 335 dompet pada enam jaringan berbeda. Eksploitasi waktu singkat ini membuktikan tingginya tingkat otomasi serangan jahat pada kasus peretasan Ledger tersebut.
Pasca melancarkan aksi penjarahan, peretas segera mengonversi aset hasil curian menggunakan protokol jembatan lintas rantai (bridge). Arkham melacak pemindahan aset senilai minimal $69,19 juta melalui berbagai transaksi pertukaran (swap) dan jembatan antar-jaringan.
Pelaku mengonversi $20,37 juta koin USDT menjadi stablecoin USDD pada ekosistem rantai blok Tron. Selain itu, peretas memindahkan $20 juta koin USDT menuju jaringan Ethereum menggunakan protokol jembatan USDT0 secara bertahap.
Transaksi konversi lain menukar saldo USDT dan USDC asal Tron, BNB Chain, serta Polygon menjadi koin ETH. Jalur pemindahan dana melibatkan protokol terdesentralisasi seperti Relay, Chainflip, THORChain, NEAR Intents, Bridgers, hingga Rizzolver.
Sebanyak 5.185 ETH senilai $12,97 juta mengalir langsung menuju deretan alamat dompet baru milik peretas. Strategi pencucian lintas rantai ini berupaya memutus jejak forensik aliran modal dari peretasan Ledger terkoordinasi.
Guna menyamarkan identitas kepemilikan dana, peretas menyetorkan 9.529 ETH senilai $23,27 juta ke protokol pencampur Tornado Cash. Peretas membagi setoran privasi tersebut ke dalam 559 transaksi terpisah guna mengaburkan jejak transaksi.
Sebelum mengeksekusi setoran pencampur, peretas menyebar 8.102,6 ETH menuju 26 alamat dompet Ethereum baru sebagai perantara. Pada saat bersamaan, transaksi pemindahan Bitcoin terus berjalan melalui empat pengiriman terpisah dengan total nilai $8,33 juta.
Data analitik terkini menunjukkan saldo peretas masih menyisakan 4.932 ETH senilai $11,49 juta dan 111,28 BTC. Sementara itu, Tether berhasil mengunci cadangan 10.000.010 USDT pada jaringan Tron guna membatasi ruang gerak pelaku siber.
Tindakan pembekuan aset stabil ini mempersempit peluang peretas mencairkan seluruh sisa likuiditas hasil penjarahan aset digital. Kolaborasi lembaga forensik terus memantau setiap pergerakan dompet penampung dana kejahatan peretasan Ledger di pasar sekunder.
Baca juga: Ancaman Keamanan Siber: Empat Raksasa Finansial dan Kripto Alami Kebocoran Data
Penyelidikan resmi kasus peretasan Ledger mengonfirmasi adanya modifikasi fisik tanpa izin pada dompet CryptoBilis. Tim forensik Ledger menemukan penanaman komponen peranti keras liar yang mampu mencuri frasa pemulihan (recovery phrase) pengguna.
Produsen menegaskan seluruh kasus pencurian valid murni menimpa unit perangkat asal jalur pengecer CryptoBilis. Pihak pabrikan segera memperketat standar pengawasan distribusi serta menangguhkan penjualan resmi di beberapa pasar kawasan Asia Tenggara.
Kepolisian Singapura turut melaporkan dua kasus dompet mencurigakan dengan kerugian aset mencapai 3,5 juta dolar Singapura. Penyelidikan awal aparat mengonfirmasi peranti keras modifikasi tersebut sanggup menyadap recovery phrase dan private key korban secara diam-diam.
Produsen memastikan sistem internal pabrik dan jalur penjualan langsung perusahaan tetap aman dari segala bentuk pembobolan. Evaluasi rantai pasok global ini menjadi pelajaran penting dalam membentengi ekosistem industri dari celah peretasan Ledger serupa.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






