
Konferensi Accelerate China 2026 di kota Shanghai mengalami penundaan mendadak pada hari pembukaan akibat kendala logistik dan kehadiran aparat penegak hukum.
Peserta terdaftar tertahan di luar pintu masuk Hotel Shangri-La selama lebih dari satu jam tanpa kejelasan akses masuk ke ruang seminar.
Pendiri Binance Changpeng Zhao secara terbuka mengkritik pihak yayasan yang dinilai kurang memahami regulasi ketat aset kripto di Tiongkok.
Upaya ekspansi komunitas blockchain global di wilayah Tiongkok daratan kembali menghadapi hambatan regulasi yang sangat ketat. Penyelenggaraan konferensi internasional bertajuk Accelerate China 2026 terpaksa berhenti mendadak sesaat sebelum pembukaan resmi. Insiden pembatalan mendadak ini menimpa acara Solana perdana yang berlangsung di kota Shanghai pada Jumat pagi.
Ratusan peserta terdaftar tertahan di luar area hotel selama lebih dari satu jam tanpa kepastian masuk. Laporan saksi mata menyebutkan kehadiran delapan hingga sembilan aparat kepolisian berseragam di lokasi Hotel Shangri-La.
Penyelenggara mengirimkan pemberitahuan penundaan sesi pagi dengan alasan kendala logistik teknis di tempat kegiatan. Peristiwa ini memicu reaksi tajam dari pendiri bursa Binance Changpeng Zhao di media sosial. Terhentinya acara Solana ini mencoreng rangkaian tur promosi empat kota besar yang telah terjadwal rapi.
Baca juga: Era Baru Transaksi Global: Mastercard Luncurkan Sistem Pembayaran Stablecoin
Peserta konferensi yang memadati lokasi sejak pagi hari tidak dapat memasuki ruang seminar utama sesuai jadwal. Salah seorang peserta bernama Olivia membagikan kesaksian mengenai penjagaan ketat petugas kepolisian di depan pintu masuk.
Aparat menanyai maksud kedatangan para pengunjung yang berkumpul di lobi hotel secara intensif. Sebagian peserta bahkan harus menunggu hingga satu setengah jam sebelum menerima pemberitahuan resmi pembatalan sesi pagi.
Pihak panitia kemudian merilis permohonan maaf tertulis dan meminta tamu memantau surel untuk pembaruan jadwal. Namun, penyelenggara tidak merinci alasan kehadiran aparat hukum maupun memberikan kepastian waktu pembukaan sesi pengganti.
Komunitas pengembang lokal mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kegagalan eksekusi agenda pertemuan teknologi tersebut. Insiden pembubaran paksa ini mempertegas rumitnya menggelar acara Solana di tengah ketatnya pengawasan otoritas Tiongkok.
Kabar penundaan kegiatan di Shanghai memicu komentar langsung dari tokoh industri kripto global Changpeng Zhao. Pria yang akrab disapa CZ tersebut mempertanyakan pemahaman pihak yayasan terhadap hukum domestik Tiongkok.
Melalui platform media sosial X, beliau menyayangkan ketidaktahuan pihak penyelenggara mengenai kebijakan restriksi mata uang digital. Beliau mengingatkan insiden serupa yang pernah menimpa agenda peretasan kode di kota Shenzhen tahun lalu.
Ironisnya, kritik tersebut mencuat sehari setelah CZ mengapresiasi pembukaan kantor perwakilan yayasan di Shanghai. Otoritas Beijing memang masih melarang keras segala bentuk aktivitas perdagangan aset digital komersial sejak lama.
Pemerintah Tiongkok secara tegas membedakan pemanfaatan infrastruktur rantai blok publik dengan spekulasi transaksi finansial digital. Tanpa izin perizinan khusus, segala bentuk promosi publik aset kripto tetap tergolong kegiatan finansial terlarang.
Baca juga: Kemitraan Institusional Melesat: Tren Kenaikan Harga Injective Uji Target $10
Kegagalan sesi perdana di Shanghai menimbulkan tanda tanya besar bagi kelanjutan agenda di kota lain. Jadwal tour mencakup kunjungan resmi ke Hangzhou pada 18 Oktober, disusul Shenzhen dan Beijing.
Hingga saat ini, situs resmi yayasan masih memajang agenda perjalanan empat kota tersebut tanpa perubahan status. Sementara itu, wilayah administratif khusus Hong Kong justru memperlihatkan keterbukaan yang jauh lebih ramah terhadap industri.
Bursa efek Hong Kong bahkan bersiap meluncurkan produk reksa dana spot kedua untuk koin SOL. Perbedaan yurisdiksi ini memperlihatkan kontras tajam pendekatan hukum antara kawasan daratan dan pasar modal pulau tetangga.
Evaluasi kepatuhan hukum menjadi kunci mutlak bagi kelangsungan promosi acara Solana di kawasan Asia Timur. Para pelaku industri kini menantikan sikap resmi penyelenggara demi memastikan masa depan acara Solana selanjutnya.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






