
Pemerintah Hong Kong bersiap mengajukan rancangan undang-undang amendemen sebelum akhir tahun 2026 untuk memperluas kerangka regulasi aset virtual.
Kebijakan baru mencakup empat pilar layanan finansial utama, yaitu perdagangan perantara, kustodi brankas, penasihat investasi, serta manajemen portofolio aset.
Regulator menerapkan standar pengawasan yang mengadopsi prinsip perizinan pasar modal tradisional guna menjamin kesetaraan mitigasi risiko bisnis.
Pemerintah Hong Kong menegaskan kembali komitmen strategisnya untuk memperkuat posisi sebagai pusat keuangan digital terdepan di Asia. Otoritas setempat bersiap mengajukan rancangan undang-undang baru sebelum penutupan tahun 2026 demi memperluas cakupan perizinan industri. Langkah progresif ini akan menghadirkan rezim lisensi kripto komprehensif yang mencakup empat sektor layanan aset virtual sekaligus.
Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan Christopher Hui mengonfirmasi pengajuan draf amendemen perundangan tersebut dalam rapat parlemen. Kebijakan anyar ini memperluas kerangka regulasi yang sebelumnya hanya berfokus pada platform perdagangan bursa dan penerbit koin stabil.
Aturan baru tersebut membagi kepatuhan ke dalam empat kategori: perdagangan perantara, kustodi penyimpanan, penasihat investasi, dan manajemen aset. Pelaku industri menyambut positif percepatan pengesahan rezim lisensi kripto baru ini guna menjamin kepastian hukum yang kokoh.
Baca juga: Dinamika Arus Modal Wall Street: Aliran Dana ETF Kripto Terbelah Dua
Penyusunan aturan perantara perdagangan aset virtual mengadopsi prinsip yang berlaku pada izin perdagangan efek konvensional Tipe 1. Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) memegang wewenang penuh untuk menerbitkan izin dan mengawasi langsung aktivitas perusahaan pialang.
Regulator juga mempertimbangkan pemberian fasilitas pengecualian tertentu yang selaras dengan praktik pasar modal tradisional. Sementara itu, regulasi kustodi berfokus pada perlindungan kunci privat milik nasabah dari berbagai ancaman kejahatan siber.
Regulator mewajibkan perusahaan kustodi menerapkan protokol pemisahan aset nasabah secara ketat di dalam fasilitas brankas dingin. Untuk layanan penasihat dan pengelolaan aset, regulator merujuk pada standar kepatuhan efek Tipe 4 dan Tipe 9. Pendekatan ini berpegang teguh pada prinsip bisnis setara, risiko setara, serta aturan yang setara.
Pemerintah Hong Kong menuntaskan serangkaian konsultasi publik intensif sebelum merampungkan draf akhir undang-undang amendemen tersebut. Proses dengar pendapat untuk izin perantara dan kustodi berhasil menjaring hampir dua ratus tanggapan dari pelaku industri.
Sementara itu, konsultasi terpisah untuk sektor penasihat dan manajemen aset menarik puluhan masukan dari organisasi profesional. Otoritas mengintegrasikan seluruh aturan turunan tersebut ke dalam Ordonansi Anti-Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme.
Regulator secara aktif mendorong para penyedia jasa konsultasi dan pengelola dana segera berkonsultasi sebelum aturan berlaku resmi. Komunikasi awal membantu korporasi memahami standar kepatuhan teknis dan mempercepat proses pengajuan lisensi kripto secara tertib.
Baca juga: Suntikan Modal Segar Investor Global: Sektor Pendanaan Kripto Tembus $178 Juta
Kerangka kerja baru ini melengkapi regulasi bursa kripto dan penerbitan koin stabil berpatokan uang fiat yang telah berjalan. Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) telah menerbitkan dua izin penerbit koin stabil perdana pada April lalu.
Regulator terus memperketat standar penyimpanan brankas dingin dan manajemen penarikan dana pada platform pertukaran terdaftar. Selain memperluas perizinan, SFC tengah menyiapkan sistem pengawasan kustodi digital canggih pada paruh kedua tahun ini.
Program analitik CrypTech siap melacak aktivitas pasar manipulatif melalui pemanfaatan komputasi data berskala besar mulai 2027. Pada tingkat perbankan sentral, HKMA mempercepat uji coba proyek EnsembleTX guna mendukung transaksi ter-tokenisasi tanpa henti.
Langkah terpadu ini membuka peluang perluasan produk investasi ter-tokenisasi seperti komoditas emas batangan. Penerapan kerangka regulasi terpadu ini memposisikan kepemilikan lisensi kripto sebagai standar emas kepatuhan global masa depan. Kejelasan payung hukum ini memberi kepastian berusaha bagi para pemegang lisensi kripto dan arus modal internasional.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






