
Robinhood Chain mencatat nilai total terkunci $791 juta dan pendapatan harian $4,01 juta dalam dua bulan peluncuran.
Platform ini berhasil melampaui pengguna aktif harian Base serta menggeser dominasi platform penerbit memecoin milik Solana.
Integrasi langsung saham ter-tokenisasi dan 24 juta akun pengguna menjadi keunggulan mutlak dibanding jaringan Layer 2 lainnya.
Peluncuran jaringan Layer 2 biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menarik minat pengguna kripto secara organik. Pengembang kerap menghabiskan dana hibah besar demi membangun komunitas yang setia.
Namun, kehadiran ekosistem Robinhood Chain langsung membalikkan semua pola konvensional tersebut. Jaringan Arbitrum Orbit ini meluncur mulus pada 1 Juli 2026.
Hanya dalam 60 hari, jaringan ini membukukan lonjakan total simpanan (TVL) hingga $791 juta. Angka transaksi menembus 576 juta transaksi dari 12,3 juta alamat dompet unik.
Bahkan, platform anyar ini berhasil menggeser Base dalam kategori jumlah pengguna harian aktif. Prestasi tersebut membuktikan kekuatan basis pengguna ritel raksasa pialang saham asal Amerika Serikat itu.
Baca juga: Trump Desak Bank Sentral Longgarkan Moneter Usai Rilis Data Ketenagakerjaan
Angka pendapatan harian menjadi bukti paling nyata dari ledakan transaksi ini. Pada 2 September, jaringan ini mengantongi pendapatan harian sebesar $4,01 juta.
Pada hari yang sama, Solana tercatat hanya membukukan pendapatan sekitar $78.000. Jaringan pialang saham ini menghasilkan pendapatan harian 50 kali lipat lebih tinggi dari jawara ritel tersebut.
Volume perdagangan kumulatif bursa terdesentralisasi (DEX) bahkan telah menembus angka fantastis $47 miliar. Uniswap bertindak sebagai penyedia likuiditas utama dalam menggerakkan transaksi masif tersebut.
Investor ritel berbondong-bondong memutar likuiditas besar tanpa memerlukan kampanye pemasaran muluk. Robinhood telah mengantongi izin operasi legal penuh di seluruh negara bagian Amerika Serikat. Keunggulan struktural ini mustahil ditandingi oleh jaringan desentralisasi murni lainnya.
Persaingan bursa memecoin tahun 2026 sempat dikuasai secara mutlak oleh Pump.fun di jaringan Solana. Namun, platform Pons di jaringan Robinhood langsung membalikkan peta kompetisi.
Pons secara konsisten mencetak volume harian $500 juta dalam perdagangan aset spekulatif. Sejak 29 Agustus, platform ini secara konsisten mengalahkan kapasitas transaksi harian Pump.fun.
Melihat potensi ini, Uniswap Labs segera mengakuisisi Pons demi mengamankan kepemilikan bursa. Dominasi memecoin mencerminkan keterlibatan paling nyata dari para investor ritel biasa.
Para pemodal ritel kini beralih meninggalkan ekosistem lama. Kemudahan akses tanpa perlu pengaturan jaringan rumit menjadi faktor penentu perpindahan massal ini.
Baca juga: SoFi Gandeng Kraken Prime dan Resmikan Pencatatan Stablecoin SoFiUSD
Selain instrumen spekulasi, perdagangan saham ter-tokenisasi menjadi mesin pencetak laba masa depan. Volume bulanan saham digital ini menembus $4,3 miliar dengan rekor harian $85 juta.
Para nasabah memperdagangkan ekuitas publik secara onchain melalui izin resmi pialang efek berlisensi. Tidak ada protokol Layer 2 lain yang sanggup meniru kepatuhan regulasi sekomprehensif ini.
Inovasi tersebut turut mendongkrak harga saham Robinhood hingga menembus kapitalisasi pasar di atas $40 miliar. Wall Street melihat kesuksesan integrasi vertikal antara aplikasi bursa dan infrastruktur Web3.
Pengguna dapat membeli saham serta token digital dalam hitungan detik tanpa hambatan teknis. Dominasi ekosistem terpadu ini sukses memangkas kerumitan sistem Web3 bagi masyarakat awam.
Penafian
Informasi di website ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Investasi crypto memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.






